Beranda

Masih Ada Supir Angkot Nakal di Kendari, Dishub Siap Beri sanksi

Ilustrasi

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kendari, akan menindaki supir angkutan kota (angkot) yang melakukan pelanggaran. Pemberian sanksi terberat akan dilakukan yakni pencabutan izin trayek.

Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Darat Dishub Kota Kendari Agus Sutarto mengungkapkan, pemberian sanksi tersebut untuk memberikan efek jerah. Pasalnya, fakta di lapangan masih banyak supir angkot yang nakal dengan melakukan pelanggaran-pelanggaran tertentu.

“Pada umumnya, pelanggaran yang biasa dilakukan oleh supir angkot yang ada di Kota Kendari adalah masalah izin trayek, tarif angkot, serta pelanggaran lalu lintas,” ungkap Kepala Bidang (Kabid) Hubungan Darat Dishub Kota Kendari Agus Sutarto, kepada Harian Berita Kota Kendari (BKK), Jumat (12/8).

Namun, pelanggaran supir angkot yang banyak dikeluhkan masyarakat yakni permintaan sewa yang melebihi tarif yang telah ditetapkan Pemerintah Kota (Pemkot) Kendari.

Adapun tarif angkot berdasarkan keputusan Wali Kota Kendari nomor 1542 tahun 2015 yang diputuskan bersama dengan pihak terkait yakni Rp 4.000 untuk penumpang umum dan Rp 3.000 untuk pelajar. Akan tetapi di lapangan sejumlah supir masih saja memungut sewa terhadap penumpang umum sebesar Rp 5.000 dan 3.500 untuk pelajar.

“Hasil kesepakatan bersama tarif angkot untuk umum Rp 4.000 sedangkan pelajar tarifnya sebesar Rp 3.000. Sehingga, kalau ada supir yang meminta sewa lebih dari itu maka sudah tidak wajar lagi,” ujarnya.

Tindakan supir angkot untuk menaikkan tarif secara sepihak tersebut, tentu untuk mendapatkan keuntungan yang lebih besar. Namun hal ini tentu merugikan masyarakat khusunya pengguna jasa angkot.

Pihak Dishub inipun berjanji akan melakukan pemantauan yang lebih ketat lagi, terhadap supir angkot yang ada di Kota Kendari. Jika ditemukan melanggar maka diberikan sanksi tegas. .

“Namun sanksi yang diberikan kepada supir angkot harus melalui tahapan-tahapan, yang jelas pastinya akan ada sanksi yang kita berikan,” paparnya. (m3/b/nur)

 

To Top