Headline

Korsleting Dominasi Pemicu Kebakaran

RAJAP/BKK JUNAIDIN UMAR

RAJAP/BKK
JUNAIDIN UMAR

KENDARI, BKK- Korsleting atau hubungan singkat listrik masih menjadi pemicu utama dalam banyak peristiwa kebakaran di Kota Kendari.
Data dari Kantor Pemadam Kebakaran Kota Kendari menyebutkan, sejak Januari – Agustus ini, telah terjadi 25 kasus kebakaran. Sebanyak 16 kasus diantaranya disebabkan karena korsleting.
“Kami berharap masyarakat agar memeriksa jaringan kelistrikannya untuk menghindari potensi kebakaran. Karena sebagian besar penyebab kebakaran adalah korsleting,” kata Kepala Kantor Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Kendari, Jumaidin Umar, Jumat (12/8).
Selain korsleting, pemicu api lainnya beragam namun tidak sebanyak korsleting. Dari 25 kasus, dua diantaranya disebabkan pembakaran lahan yang menjalar ke rumah korban.
Ada juga kasus kebakaran yang disebabkan meledaknya selang tabung gas, kembang api hingga puntung rokok. “Ada juga satu kasus kebakaran yang sampai sekarang belum diketahui penyebabnya,” tambahnya.
Bangunan yang terbakar juga beragam, mulai dari rumah pribadi, kos-kosan, sekolah, salon, ruko, dan lainnya. Meski sejauh ini belum ada korban jiwa, namun kerugian materil yang ditimbulkan dari kebakaran sangat besar.
“Dari seluruh kasus itu, sampai Agustus ini, kerugian ditaksir sembilan miliar rupiah lebih,” katanya.

Salah satunya kasus yang menimbulkan kerugian besar adalah kebakaran dua rumah toko di Jl Lawata, pada Senin (18/6). Total kerugiannya mencapai Rp 4 miliar. Pemicu kebakaran karena korsleting.
Jumaidin menambahkan, untuk pelayanan Damkar sendiri, jika dirata-ratakan petugas damkar sampai pada Tempat Kejadian Perkara (TKP) rata-rata 6,958 menit. Jarak terjauh yang ditempuh oleh damkar tercatat kurang lebih 10 kilometer. Dan jarak terdekat kurang lebih 1 km. (p8/b/aha)

To Top