Kejari Musnahkan Barang Bukti Senilai Ratusan Juta – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Kejari Musnahkan Barang Bukti Senilai Ratusan Juta

RUDINAN/BERITA KOTA KENDARI BUKTI KEJAHATAN. Kejari bersama BNN, Polres, BPOM dan RSUD Kendari memusnahkan barang bukti kejahatan narkotika dan kosmetik ilegal di fasilitas incenerator RSUD Kota Kendari, Jumat (12/8).

RUDINAN/BERITA KOTA KENDARI
BUKTI KEJAHATAN. Kejari bersama BNN, Polres, BPOM dan RSUD Kendari memusnahkan barang bukti kejahatan narkotika dan kosmetik ilegal di fasilitas incenerator RSUD Kota Kendari, Jumat (12/8).

KENDARI, BKK–
Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari melakukan pemusnahan barang bukti dari perkara narkoba dan alat kosmetik ilegal yang nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Pemusnahan barang bukti hasil kejahatan itu dilakukan dengan cara dibakar pada fasilitas incenerator (pembakaran) milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Kendari, Jumat (12/8).
Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum), Kejari Kendari, La Haja SH mengatakan, pihaknya melakukan barang bukti kejahatan yang dimusnahkan itu berasal dari kasus-kasus yang ditangani Kejari sepanjang 2016 ini.
“Narkoba ini macam-macam, mulai sabusabu, ganja sampai pil ekstasi. Terbanyak sabusabu. Sisanya alat-alat kosmetik yang ilegal karena tidak memiliki izin,” kata La Haja, Jumat (12/8).
Dia memastikan seluruh barang bukti tersebut dimusnahkan setelah kasusnya berkekuatan hukum tetap. Dia membenarkan barang bukti itu berhasil didapatkan oleh jajaran Polda Sultra maupun Polres Kendari.
“Terpidanya itu banyak orang dan sabusabu yang paling banyak dimusnahkan itu dari tersangka, Jumadi Akbar dengan barang bukti shabu seberat 39,410 gram dan kedua shabu seberat 24,4947 gram dengan tersangka Riska Arni,” tambahnya.
Dalam pemusnahan, La Haja menjelaskan bekerja sama dengan pihak Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Kendari, Polres Kendari, Balai POM dan pihak RSUD Kota Kendari. “Sebelumnya barang bukti tersebut disimpan di Rumah Penyimpanan Benda Sitaan Negara (Rupbasan) Klas I Kendari,” jelasnya.
Lebih lanjut, untuk pemusnahan kosmetik dengan empat tersangka yakni Hj Deviyanti Bakrie, H Muh Amin Surkam, H Laguli dan Bachrul Sudaryono dengan barang bukti alat kosmetik dari berbagai jenis yang tidak memiliki izin edar.
“Keempat terpidana telah dijatuhi hukuman (vonis) di PN Kendari dengan hukuman yang berbeda-beda. Keempatnya terbukti telah melanggar Pasal 197 Jo Pasal 107 Ayat (1) Undang-Undang RI nomor 36 Tahun 2009 tentang kesehatan,” pungkasnya. (p5/b/aha)

To Top