Warga Agar Hemat Gunakan Air – Berita Kota Kendari
Headline

Warga Agar Hemat Gunakan Air

KENDARI, BKK – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sulawesi Tenggara (Sultra) mengimbau masyarakat Kota Kendari dan sekitarnya agar melakukan penghematan air secara serius. Pasalnya, musim kemarau ini diperkirakan masih berlangsung lama.
Berdasarkan prakiraan BMKG Wilayah Sultra, musim kemarau masih akan berlangsung selama Oktober. Sepanjang kurun waktu dua bulan lebih ke depan (Agustus – Oktober), dampak dari musim kemarau
ini adalah kemungkinan terjadinya kekeringan serta panas yang cukup menyengat.
Kepala Seksi Observasi Cuaca, Aris Yunatas mengakui ancaman kekeringan bisa saja berlangsung dalam periode dua bulan itu. Kekeringan dipicu oleh Elnino lemah yang membuat curah hujan menjadi berkurang bahkan tidak terjadi sama sekali.
Dalam pengamatan BMKG, kekeringan sebenarnya sudah terjadi sejak Juli lalu akibat kurangnya curah hujan. “Musim kemarau saat ini dapat dikategorikan sangat kering. Karena itu, kami mengimbau masyarakat agar hemat dalam menggunakan air, atau menyiapkan cadangan air untuk mengantisipasi terjadinya kekeringan,” kata dia.
Minimnya curah hujan diperparah dengan naiknya suhu panas. Dari catatan BMKG Sultra, suhu bisa naik hingga 4 derajat celsius dari sebelumnya. Saat ini, kata dia, suhu sudah mencapai 34 derajat celsius di saat siang, padahal sebelumnya tercatat 30 – 32 derajat celsius.
Terkait dengan fenomena hujan ringan, itu juga merupakan dampak dari Lanina berkekuatan lemah yang mengakibatkan terjadi belokan angin dan penumpukan massa udara. “Iya, memang walau kemarau, ada hujan ringan karena ada gangguan-gangguan yang sifatnya regional, seperti gangguan belokan angin dan penumpukan massa udara. Sehingga akan menimbulkan hujan di seluruh wilayah Sultra,” paparnya.
Aris menambahkan, musim Kemarau tidak hanya melanda wilayah Sultra saja, tetapi merata di seluruh wilayah Indonesia. Dengan fenomena cuaca yang terjadi saat ini, yang paling penting dilakukan masyarakat ada dua.
Pertama, kata dia, harus hemat dan menyiapkan cadangan air. Kedua, berhati-hati dengan terjadinya kebakaran lahan atau hutan. Kemarau bisa yang memicu keringnya batang-batang tumbuhan sehingga sangat rentan terbakar jika ada pemicunya. (m3/b/aha)

To Top