Tim Gabungan Temukan Tiga WN Filipina di Muna – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Tim Gabungan Temukan Tiga WN Filipina di Muna

WA ODE FITRI/BERITA KOTA KENDARI DIPERLAKUKAN DENGAN BAIK. Tim Gabungan Pengawasan Warga Negara Asing foto bersama dengan warga negara Filiphina, Awie (tengah), di Desa Lionasa, Kecamatan Tungkono Selatan, Kabupaten Muna.

WA ODE FITRI/BERITA KOTA KENDARI
DIPERLAKUKAN DENGAN BAIK. Tim Gabungan Pengawasan Warga Negara Asing foto bersama dengan warga negara Filiphina, Awie (tengah), di Desa Lionasa, Kecamatan Tungkono Selatan, Kabupaten Muna.

RAHA, BKK- Tim gabungan pemantau warga negara asing yang terdiri dari Imigrasi Kelas III Baubau, Polres, Kodim 1416, Kejari serta Pemkab Muna menemukan sedikitnya warga warga asing yang menetap di Kabupaten Muna. Tiga warga negara asing itu diketahui berasal dari Filipina.
Dua warga Filipina, masing-masing bernama Awie (44) dan Hasan (55) ini, tinggal di Desa Lionasa, Kecamatan Tongkuno Selatan, Kabupaten Muna. Mereka diketahui masuk ke Indonesia secara ilegal.
Awie terlebih dahulu datang ke Muna pada tahun 2005. Sedangkan Hasan datang ke Muna tahun 2007. Keduanya pun sudah menikahi warga setempat dan salah satunya memiliki anak.
“Awie yang beristerikan Wa Ria memiliki 5 orang anak, sedangkan  Hasan beristrikan Wa Polo, tidak memiliki anak,” kata Kabid Kewaspadaan Nasional KesbangPol, Muna, Ali Muchtar Jaya.
Ali mengatakan, kedua WNA tersebut mengaku sebelum masuk ke Indonesia, mereka sudah terlebih dahulu berkenalan dengan perempuan Indonesia saat menjadi tenaga kerja di Kinabalu, Malaysia.
Setelah menikah di sana, mereka pun memutuskan hidup berumahtangga di Muna.
“Mereka masuk melalui jalur tikus sehingga tidak terdeteksi oleh keimigrasian,” katanya.
Selama menetap di Muna, keduanya bekerja sebagai petani atau pekerja serabutan. Mereka mudah bersosialisasi dengan masyarakat setempat karena secara fisik sama dengan warga Indonesia.
Oleh tim gabungan, kedua warga negara Filipina ini diminta segera mengurus dokumen keimigrasian ke Imigrasi Baubau. Pemkab Muna akan memfasilitasi biayanya karena mereka tergolong tidak mampu.
Sementara satu WNA lagi bernama Amelita Ogdamina Hotman. Wanta kelahiran 17 Agustus 1991 di Dawau Filipina ini juga masuk ke Indonesia setelah menikah dengan La Ode Hasril yang bekerja sebagai pelaut. Amelita kini sudah 3 anak dan menetap di rumah mertuanya di Desa Lasalepa.
Bedanya, Amelia masuk secara legal.
“Dia memiliki dokumen sah seperti paspor dan sebagainya. Kita datang menemuai Amelita untuk memproses kewarganegaraan Amelita menjadi WNI,” tambah Ali.
Kasi Intel Kejari Muna La Ode Abdul Sofian, SH MH menambahkan, untuk anak mereka, akan diberi pilihan apakah akan memilih sebagai WNI atau kembali ke Filipina jika umurnya sudah mencapai 18 tahun. (cr1/b/aha)

Click to comment
To Top