Tak Kunjung Selesai, Mahasiswa Desak Proyek WSK Diusut – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Tak Kunjung Selesai, Mahasiswa Desak Proyek WSK Diusut

RUDY/BERITA KOTA KENDARI DISKUSI DENGAN MAHASISWA. Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat Kejati Sultra, Janes Mamangkey berdiskusi dengan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa terkait proyek pembangunan Water Sport Kendari.

RUDY/BERITA KOTA KENDARI
DISKUSI DENGAN MAHASISWA. Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat Kejati Sultra, Janes Mamangkey berdiskusi dengan mahasiswa yang menggelar unjuk rasa terkait proyek pembangunan Water Sport Kendari.

KENDARI, BKK– Puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Jurnalistik (HMJ) Universitas Haluoleo melakukan aksi unjuk rasa di Kantor Kejati Sultra, Kamis (11/8). Dalam aksinya, mereka mendesak Kejati agar mengusut proyek pembangunan Water Sport Kendari yang dibangun sejak 2015 namun belum selesai.

Mahasiswa berpendapat, proyek yang dibangun di Teluk Kendari itu seharusnya sudah bisa dinikmati oleh publik. Tetapi sampai sekarang, belum ada kejelasan mengapa proyek yang sudah menghabiskan anggaran miliaran itu tak kunjung selesai dan malah terkesan terbengkalai, sehingga muncul kecurigaan dari publik.

Karenanya, mahasiswa mendesak agar Kejari memeriksa Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sultra. “Meminta kepada Kejati Sultra untuk memeriksa Zainal Koedoes selaku kuasa pengguna anggaran (KPA) untuk mempertanggungjawabkan atas amburadulnya proyek tersebut yang menggunakan anggaran pendapatan dan belanja negara dengan nilai Rp 3,4 miliar,” beber Amsri yang menjadi koordinator aksi.

Kedatangan para pengunjukrasa ini disambut Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Humas) Kejati Sultra Janes Mamangkey SH. Para perwakilan mahasiswa selanjutnya diarahkan ke ruang kerjanya untuk bertukar pikiran.
Pada kesempatan itu, Janes meminta mahasiswa membuat laporan secara mendetail atas dugaan adanya korupsi dalam proyek itu. Meski demikian, Janes tetap menerima aspirasi mahasiswa sebagai masukan.
Kepada wartawan, Janes mengungkapkan Kejati sulit menindaklanjuti sebuah laporan yang tidak disertai dengan data awal yang valid. Apalagi, jika hanya berdasarkan pernyataan sikap.

“Takutnya saat melakukan penyelidikan, malah laporan mereka tidak benar dan terjadilah fitnah,” jelas Janes.

Informasi yang dihimpun Berita Kota Kendari, WSK merupakan proyek multiyears yang berarti penganggarannya lebih dari setahun. Dalam hal ini, WSK dibiayai oleh pemerintah pusat selama tiga tahun, dimulai 2015 lalu.
Di tahun awal, proyek ini dikerjakan dengan menghabiskan anggaran RP 3,4 miliar. Namun di tengah perjalanan, proyek yang memakai lahan seluas 14 hektar itu ternyata tidak didukung dengan anggaran pemeliharaan yang mengakibatkannya terbengkalai. (p5/b/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top