Imigrasi : Kami Ingin Mereka Dipenjara, Deportasi dan Dicekal – Berita Kota Kendari
Headline

Imigrasi : Kami Ingin Mereka Dipenjara, Deportasi dan Dicekal

KENDARI, BKK – Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Kendari akhirnya menghukum empat Warga Negara Asing asal China yang terlibat pelanggaran keimigrasian, dengan masing-masing kurungan tujuh bulan penjara dan denda Rp 50 juta subsider satu bulan penjara.
Vonis tersebut dijatuhkan majelis hakim dalam persidangan di PN Kendari, Kamis (11/8).
Pihak Keimigrasian Kota Kendari pun langsung menyambut putusan itu dengan membuat pernyataan tegas. Kata Kepala Subseksi (Kasubsi) Penindakan Keimigrasian Kendari, Rusfian Efendi, pihaknya menginginkan agar keempat WNA itu tetap menghabiskan sisa masa tahanannya di Lapas Klas II B Kendari.
Jika masa tahanan sudah selesai, Keimigrasian langsung melakukan pendeportasian atau pengusiran ke negara asal. Tak hanya itu, mereka dicekal masuk ke Indonesia selama-lamanya.
Rusfian mengatakan, penahanan, pendeportasian dan pencekalan merupakan tindakan tegas yang ditujukan kepada warga asing yang coba-coba masuk ke Indonesia tanpa melengkapi dokumen keimigrasiannya. Dia mengakui, dalam banyak kasus ditemukan WNA yang masuk ke Indonesia dengan visa kunjungan, namun belakangan diketahui tujuannya untuk bekerja.
“Kami ingin hukuman ini menjadi pelajaran bagi warga negara asing lainnya agar tidak seenaknya masuk ke negara kita,” kata Rusfian yang dihubungi Berita Kota Kendari, sesaat setelah dijatuhkannya vonis tersebut.
Adapun empat WNA yang dijatuhi hukuman itu masing-masing Guefeng Ning, Gang Li, Yudong Hu, dan Jingjung Cui. Seluruhnya hadir mendengarkan vonis hakim yang diketuai Hanoeng Widjayanto itu.
Setelah mengkonsultasikan vonis itu bersama empat terdakwa, penasehat hukum keempat WNA asal China, Radi Anky Juremi SH bersama penerjemah, Yeri, menyatakan menerima dan tidak banding.
Radi membeberkan, saat ini para kliennya telah menjalani kurungan di Rutan Klas IIA Kendari sejak bulan April lalu. “Ditahan itu sudah empat bulan lima hari sejak April kemarin. Jadi tinggal tiga bulan lagi mereka bebas. Ini bagian dari proses dan klien saya juga sudah menerima vonis,” beber Radi yang ditemui usai sidang.
Keempat WNA tersebut, lanjut Radi, sebenarnya meminta agar langsung dideportasi saja ke China. Namun permintaan itu mustahil dikabulkan karena Indonesia memiliki aturan keimigrasian tersendiri.
“Setelah kami jelaskan bahwa seperti ini aturannya, akhirnya mereka bisa paham dan menerima,” katanya.
Mengenai uang denda yang dibebankan kepada kliennya, Radi mengaku telah berkoordinasi bersama keempat WNA tersebut. Dia memastikan kliennya akan membayarkan denda ke kas negara agar mendapatkan keringanan hukuman.
“Kami akan membayar uang denda untuk meringankan hukuman keempatnya, dan itu keinginan dari mereka. Jadi secara keseluruhan uang denda yang diserahkan senilai Rp 20 juta,” ungkapnya.    Vonis yang dijatuhkan majelis hakim ini lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Rahmat. Sebelumnya JPU menuntut keempat WNA asal negara tirai bambu tersebut selama satu tahun penjara dan denda 10 juta.
keempatnya terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Undang-Undang (UU) tentang Keimigrasian. (p5/b/aha)

To Top