Empat WNA China Serahkan Denda – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Empat WNA China Serahkan Denda

RUDY/BERITA KOTA KENDARI BAYAR DENDA. Pengacara empat WNA asal China, Radi Anky Juremi SH menyerahkan uang denda sebesar Rp 20 Juta ke Kejari Kendari, Kamis (11/8).

RUDY/BERITA KOTA KENDARI
BAYAR DENDA. Pengacara empat WNA asal China, Radi Anky Juremi SH menyerahkan uang denda sebesar Rp 20 Juta ke Kejari Kendari, Kamis (11/8).

KENDARI, BKK – Vonis denda Rp 5 juta subsider satu bulan kurungan yang dijatuhkan majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Kendari terhadap empat Warga Negara Asing (WNA) asal China dalam kasus pelanggaran keimigrasian, langsung diselesaikan. Keempat WNA itu menyerahkan uang denda dengan total Rp 20 juta kepada Kejaksaan Negeri Kendari melalui pengacaranya, Radi Anky Juremi.
Radi yang ditemui usai menyetor denda dari kliennya mengatakan, penyerahan denda dilakukan agar keempat kliennya tidak lagi menjalani hukuman tambahan satu bulan kurungan.
“Hari ini (Kamis) kami menyerahkan uang denda kepada pihak Kejari untuk menghapus hukuman denda subsider keempat WNA,” kata Radi saat ditemui di Kejari Kendari, Kamis (11/8).
Uang tersebut, lanjut Radi, diserahkan ke Kejari Kendari untuk kemudian diserahkan ke kas negara berjumlah Rp 20 juta karena dalam vonis majelis hakim masing-masing WNA mendapat hukuman tujuh bulan dan denda Rp 5 juta.
“Kan dalam putusan (vonis) majelis hakim uang denda itu masing-masing Rp 5 juta jadi jumlah total keseluruhan Rp 20 juta,” lanjutnya.
Kepala Seksi Pidana Umum, La Haja SH membenarkan telah menerima uang pembayaran denda penghapus hukuman subsider empat WNA asal China tersebut.
“Iya, kami sudah terima uang denda dari terpidana empat WNA asal China dan kemudian akan langsung kami serahkan ke kas negara,” pungkasnya.
Untuk diketahui, dalam putusan majelis hakim di PN Kedari yang dipimpin hakim ketua Hanoeng Widjayanto SH didampingi Andri Wahyudi menjatuhi hukuman kepada keempat WNA tersebut selama tujuh bulan penjara dan denda Rp 5 juta subsider satu bulan penjara.
Keempat WNA tersebut adalah Guefeng Ning, Gang Li, Yudong Hu, dan Jingjung terbukti secara sah melanggar Pasal 122 huruf (a) Nomor 6 Tahun 2011 Tentang Keimigrasian.
Vonis majelis hakim tersebut lebih rendah dibanding tuntutan jaksa penuntut umum (JPU), Rahmat SH. Sebelumnya JPU menuntut keempat WNA asal negara tirai bambu tersebut selama satu tahun penjara dan denda 10 juta. (p5/b/aha)

Click to comment
To Top