DUGAAN MANIPULASI DATA PRODUKSI EMAS – Berita Kota Kendari
Kasuistika

DUGAAN MANIPULASI DATA PRODUKSI EMAS

KENDARI, BKK – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra terus melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi dalam kasus dugaan manipulasi data produksi emas PT Panca Logam Makmur (PLM) tahun 2010-2011.

Kamis (11/8), jaksa memeriksa sedikitnya tiga orang saksi yang bekerja pada staf keuangan tahun 2010 di PT PLM. Mereka diperiksa selama enam jam di ruang penyidik Kejati Sultra.
Ketiganya adalah pengelola keuangan berinisial Ri, kasir berinisial Mj dan staf kasir berinisial Wi.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra Sugeng Djoko Susilo SH MH melalui, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Sultra Janes Mamangkey SH mengatakan pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memperjelas proses penyajian data hasil produksi emas dari lapangan hingga ke pimpinan PT PLM.
“Kita ingin tahu alurnya untuk memperkuat dugaan adanya manipulasi data produksi emas PT PLM,” kata Janes saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (11/8).
Dia pun mengakui hasil pemeriksaan tersebut mengarah pada Direktur Utama (Dirut) PT PLM tahun 2010, Tommy Jingga. “Kami mencari unsur pidananya. Dari hasil keterangan pemeriksaan ketiganya akan mengarah ke Dirut PT PLM ditahun 2010 yakni Tommy Jingga,” beber Janes.
Dalam kasus ini pula, saksi Ri juga diperiksa pada kasus dugaan tunggakan royalti pada tahun 2012-2015. “Dia (Ri) selain pemeriksaan terkait manipulasi data hasil produksi emas PT PLM tahun 2010-2011 kami juga memintai keterangannya dalam tugakan royalti PT PLM tahun 2012-2015, karena kami menduga Ri sangat mengetahui pengelolaan keuangan dan data hasil produksi emas pada waktu itu,” lanjut Janes.
Sayangnya, Asisten Pidana Khusus (Aspidsus) Kejati Sultra, Raymel Jesaja enggan membeberkan materi pertanyaan.
Seperti diketahui, aparat mulai menyelidiki kasus manipulasi data produksi emas pihak PT PLM karena adanya kerugian negara hingga Rp 21 miliar berdasarkan hasil audit. Kerugian timbul lantaran Panca Logam diduga memanipulasi data produksi emasnya untuk memperkecil setoran royalti ke kas negara. (p5/b/aha)

To Top