Serma Musbah, Evakuasi Sepuluh Penumpang Hanya dengan Katinting – Berita Kota Kendari
Feature

Serma Musbah, Evakuasi Sepuluh Penumpang Hanya dengan Katinting

DOK PENREM 143 Dandim 1416/Muna Letkol (Arh) Hendra Gunawan, SE memberikan penghargaan kepada Serma Musbah atas keberaniannya menyelamatkan penumpang kapal Speed Rute Raha – Maligano yang terbakar, di Raha, Senin (8/8) lalu.

DOK PENREM 143
Dandim 1416/Muna Letkol (Arh) Hendra Gunawan, SE memberikan penghargaan kepada Serma Musbah atas keberaniannya menyelamatkan penumpang kapal Speed Rute Raha – Maligano yang terbakar, di Raha, Senin (8/8) lalu.

SELALU ada cerita heroisme di balik kisah penyelamatan. Dalam tragedi terbakarnya KM Lintas Samudera di perairan Selat Buton, Minggu (8/8), prajurit TNI dari Babinsa Koramil 1416-06/Maligano ini menjadi sang pahlawan. Berikut kisahnya seperti dirangkum Berita Kota Kendari dari situs resmi Komando Resort Militer 143/Halu Oleo

MATAHARI sudah sampai tepat di atas kepala. Siang itu, Minggu (7/8), Serma Musbah, Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1416-06/Maligano, tengah mempersiapkan perahu katintingnya di pantai Maligano.
Hari itu, dia hendak berlayar dari Laino menuju Maligano. Saat di tengah perjalanan, sebuah pemandangan mengerikan tersaji. Kapal penumpang yang baru saja lepas tali dari Pelabuhan Laino diamuk kobaran api. Tak lama kemudian, para penumpang terlihat
melompat ke lautan.

Tanpa berpikir panjang, Serma Musbah langsung menggerakkan katintingnya ke lokasi musibah secepat mungkin. Dalam tempo lima menit, dia sudah mendekati kapal yang sudah diselimuti kobaran api itu.
Sebagai prajurit TNI yang sudah dibekali kemampuan orientasi arah angin, dia pun memutar haluan melalui sisi depan, karena arah belakang kapal tersebut terbakar hebat.
Dalam situasi penuh kepanikan itu, Serma Musbah tetap tenang. Dia mencari penumpang terdekat yang bisa diraihnya. Hanya dengan mengandalkan kedua tangannya, dia pun menghampiri satu per satu penumpang yang masih dilanda kepanikan, dan mengangkatnya ke katintingnya.
Berpacu dengan waktu, Serma Musbah terus melajukan katintingnya dan berusaha sekuat tenaga menyelamatkan penumpang yang sudah tercerai-berai di perairan lepas. Akhirnya, dia berhasil mengangkut 10 orang, termasuk seorang anak kecil.
Di saat yang sama, Serma Musbah melihat satu kapal katinting, juga nampak ikut membantu penyelamatan penumpang. Serma Musbah dan nelayan yang dipanggil Bapak Cici itu bahu-membahu mencari korban lainnya.    Selang 15 menit, datanglah kapal speed berwarna putih yang dikemudikan Muslimin. Serma Musbah lalu putar haluan dan mengevakuasi para penumpang dari katintingnya ke kapal speed yang lebih besar. Begitu juga dengan Bapak Cici yang menyelamatkan penumpang yang belakangan diketahui Danramil Maligano, Kapt (Inf) Saekoni. Kapal speed itu kemudian mengarah ke daratan.
Setelah evakuasi korban selesai, Serma Musbah segera putar haluan dan mencari lagi para penumpang yang masih terapung di laut. Di saat yang bersamaan, jumlah kapal yang datang melakukan penyelamatan semakin banyak. Termasuk kapal milik Basarnas dan Polair, yang langsung mencari korban yang masih mengapung di lautan.

***

Kisah mengenai perjuangan Serma Musbah mengevakuasi para penumpang pun dengan cepat menyebar. Para saksi mata mengakui, Serma Musbah lah yang paling pertama tiba di lokasi kejadian dan berjuang sekuat tenaganya menyelamatkan korban sebanyak-banyaknya.
Atas aksinya itu, Serma Musbah pun langsung diganjar penghargaan khusus dari Dandim 1416/Muna, Letkol Arh Hendra Gunawan, SE. Dandim menyatakan rasa bangganya kepada Serma Musbah yang tanpa menghiraukan keselamatannya sendiri, berbekal perahu katinting dan perangkat seadanya, namun berhasil mengevakuasi banyak korban.
Penyerahan penghargaan itu dilakukan dalam sebuah upacara yang digelar secara sederhana di Makodim 1416/Raha, pada esok harinya. Dandim berharap, apa yang dilakukan Serma Musbah bisa menjadi teladan bagi prajurit TNI lainnya.
Dalam tragedi itu, sedikitnya enam penumpang meninggal dunia, di mana dua diantaranya adalah balita. Sementara 17 penumpang lainnya selamat. (*/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top