Headline

Pilwalkot Kendari tanpa Calon Independen

KENDARI, BKK
Pemilihan Wali Kota Kendari 2017 mendatang dipastikan tanpa calon perseorangan atau independen.

Kepastian tersebut disampaikan Ketua KPU Kendari, Hayani Imbu, menyusul ditutupnya pendaftaran jalur perseorangan oleh KPU Kendari, pada Rabu (10/8). “Sampai batas waktu terakhir pendaftaran, yakni pukul 16.00 Hari Rabu tanggal 10 Agustus, tidak ada satu pun yang datang mendaftarkan diri,” kata Hayani Imbu kepada Berita Kota Kendari.
Sejak pendaftaran dibuka, Sabtu (6/8) lalu, KPU Kendari memang sempat menerima informasi akan ada pihak yang berminat maju lewat jalur perseorangan. Bahkan, ada sempat tim yang mengatasnamakan persatuan pedagang Pasar Basah yang mengklaim sudah mengumpulkan puluhan ribu KTP.
“Kita sudah tunggu juga tadi, sampai 16.00 Wita, namun tak kunjung tiba. Terpaksa kita tutup pendaftaran,” terangnya.
Hayani Imbu menegaskan, dengan ditutupnya pendaftaran calon perseorangan, KPU selanjutnya akan membuat laporan pertanggungjawabannya kepada KPU Sultra.
Seperti diketahui, sebelumnya ada sejumlah nama yang disebut-sebut akan maju melalui jalur perseorangan. Diantaranya Abdul Rasak (Ketua DPRD Kendari), Musadar Mappasomba (Wakil Wali Kota Kendari) serta Herry Iskandar (Pedagang Pasar Basah Mandonga).
Abdul Rasak SP yang dihubungi tadi malam mengakui memang sempat terpikir untuk menggunakan jalur independen. Hanya saja, dia mengurungkan niatnya karena sudah mendapat dukungan dari Partai NasDem. Terlebih, Rasak juga optimis bisa mendapatkan dukungan dari Partai Demokrat dan PBB.
Koalisi dari ketiga partai ini sudah memenuhi syarat maju dalam Pilwalkot Kendari yang mensyaratkan tujuh kursi di DPRD Kota. Rinciannya, NasDem tiga kursi, Demokrat empat kursi dan PBB satu kursi. Total ada delapan kursi.
“Saya rasa kalau maju lewat jalur perseorangan teralalu rumit. Sebab terlalu banyak syarat yang harus dipenuhi. Terutama mengumpulkan dukungan KTP yang sudah naik menjadi 24.360 KTP,” pungkasnya.
Hingga berita ini diturunkan, belum diperoleh penjelasan dari Musadar Mappasomba maupun Herry Iskandar yang sebelumnya sempat mengklaim mendapatkan 30.000 lembar kopian KTP.
Dengan tidak adanya calon independen, Pilwalkot Kendari tinggal menunggu calon dari partai politik. Sejauh ini, ada empat nama yang menguat, yakni Abdul Rasak, Adwiatma Dwi Putra, Zayat Kaemudin serta Ishak Ismail. (m2/a/aha)

To Top