Jaksa Terus Dalami Keterlibatan Anak La Ode Rifai Pedansa – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jaksa Terus Dalami Keterlibatan Anak La Ode Rifai Pedansa

KENDARI, BKK – Meski telah ditetapkan sebagai tersangka dalam dugaan korupsi percetakan sawah di Desa Nihi, Kabupaten Muna, penyidik tak mau terburu-buru bertindak dalam menangani tersangka Acil selaku kontraktornya.
Saat ini, penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendalami keterlibatan Acil yang tidak lain adalah anak dari politisi PDIP Kabupaten Muna, La Ode Rifai Pedansa.
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Sugeng Djoko Susilo SH MH melalui, Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Janes Mamangkey SH mengatakan, pihaknya terus mendalami dan melengkapi berkas tersangka Acil selaku kontraktor saat melakukan pekerjaan percetakan sawah di Kabupaten Muna.
“Kami sedang mendalami pasal apa yang akan dikenakan kepada Acil. Saat ini kami sudah lakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi berjumlah 11 orang,” katanya saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (10/8).
Janes membeberkan, pemeriksaan dan keterangan para saksi-saksi dilakukan untuk mengumpulkan bukti-bukti yang menguatkan keterlibatan Acil. Diantara saksi-saksi yang telah diperiksa adalah para anggota kelompok tani dalam pekerjaan tersebut.
“Kami memberi pertanyaan seputar keanggotaannya saat menjadi anggota kelompok tani dan mengenai perluasan lahan. Kapan dimulai pekerjaan? Sudah selesai pekerjaan atau belum? Kalau belum kapan selesai?. Dan dari hasil pemeriksaan saksi-saksi terbukti percetakan sawah tersebut fiktif atau tidak sesuai kontrak,” beber Janes.
Tidak menuntup kemungkinan, pihaknya akan kembali melakukan pemeriksaan saksi tambahan untuk dimintai keterangan. “Yang pasti masih ada saksi yang akan kami panggil untuk lakukan pemeriksaan karena masih ada keterangan yang kami perlukan untuk kelengkapan berkasnya,” lanjutnya.
Janes menambahkan, pihaknya telah melakukan panggilan terhadap Acil dan telah diperiksa sebagai tersangka sebanyak satu kali. Namun tidak dilakukan penahanan, meskipun Acil dua kali mangkir dari panggilan penyidik.
“Kami sudah periksa Acil sebagai tersangka. Kemarin memang saat kami melakukan panggilan, Acil dua kali tidak hadir. Dia bilang tidak tahu kalau kami melakukan panggilan, karena surat panggilan tersebut istrinya yang terima dan tidak memberitahukannya,” tambah Janes.
Terpisah, saat dikonfirmasi melalui selulernya, Acil enggan berkomentar banyak. “Maaf ya, saya ini lagi di Raha, kalau bisa nanti bicara secara langsung saja,” tutupnya.
Dari hasil audit Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) Perwakilan Sultra, proyek percetakan sawah di Desa Nihi, Muna pada 2013 itu mengakibatkan kerugian negara senilai Rp 400 juta. Kejati sendiri telah menetapkan lima orang tersangka, yakni Kepala Desa (Kades) Nihi, La Ode Sastrawan ST, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK), La Ode Hapuna dan La Fedumu, Kontraktor, Acil dan anggota kelompok tani, La Rikesi.
Namun dari kelima tersangka, jaksa baru menahan tiga orang di Rumah Tahanan (Rutan) Klas IIA Kendari yakni, La Ode Sastrawan ST, La Fedumu dan La Ode Hapuna. Alasan penyidik tidak melakukan penahahan terhadap La Rikesi selain kooperatif juga telah melakukan pengembalian kerugian negara yang dia (La Rikesi red) gunakan sejumlah Rp 4.500.000. (p5/b/aha)

Click to comment
To Top