Lingkar Sultra

138 Tim Ikut Defile

Salah satu peserta defile pada pembukaan kegiatan dalam rangka HUT ke-71 RI di Buranga, Butur, Selasa (9/8). (foto: DARSO/BKK)

Salah satu peserta defile pada pembukaan kegiatan dalam rangka HUT ke-71 RI di Buranga, Butur, Selasa (9/8). (foto: DARSO/BKK)

BURANGA, BKK – Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-71 Kemerdekaan RI di Kabupaten Buton Utara (Butur) benar-benar semarak. Terbukti, pada rangkaian acara pembukaan yang diawali dengan defile turut diikuti sebanyak 138 tim yang berasal dari berbagai kalangan, Selasa (9/8).

Tim sebanyak itu nantinya bakal mengikuti lomba seni dan permainan tradisional yang akan dipertandingkan selama beberapa hari ke depan. Ribuan peserta tersebut melakukan defile dengan mengelilingi rute yang telah ditentukan panitia. Setelah itu dilakukan acara upacara pembukaan yang dipimpin Bupati Buton Utara, Abu Hasan.

Dalam sambutannya, Abu Hasan mengatakan, perayaan HUT ke-71 RI dan dirangkaikan dengan HUT ke-9 Butur dimeriahkan dengan lomba-lomba seni dan permainan tradisional. Dengan terlaksananya rangkaian kegiatan itu, setidaknya dapat diperhatikan empat pilar demi suksesnya rangkaian kegiatan tersebut. Empat pilar itu yakni munculnya nilai-nilai nasionalisme, nilai budaya, nilai sportivitas, nilai toleransi, dan solidaritas.

“Dengan kegiatan ini tentu akan memupuk jiwa nasionalisme kita sebagai warga negara Indonesia yang selalu mencintai bangsa dan negaranya. Karena negeri ini merdeka dari jiwa nasionalisme pejuang kita, makanya kewajiban kita untuk selalu mengisi kemerdekaan dengan berbagai hal yag positif,” kata Abu Hasan.

Demikian pula dengan budaya yang tentu harus selalu dilestarikan agar tak dimakan dengan zaman. “Itu juga merupakan tanggung jawab kita semua untuk menjaga dan melestarikan budaya baik seni maupun permainan tradisional,” imbuhnya.

Begitu juga dengan solidaritas dan sportivitas. Seberapa besar ambisi untuk memenangkan pertandingan, tergantung sportivitas dan solidaritas yang dimiliki para peserta maupun juri yang terlibat di dalamnya. Pasalnya, jika tak ada solidaritas sosial, sportivitas juga akan hilang. Maka akan hilang hubungan silahturahmi. Kalau itu terjadi, maka akan hilang segala-galanya. “Oleh karena itu, mari kita menjunjung tinggi nilai-nilai nasionalisme, nilai-nilai budaya, nilai-nilai sportivitas, nilai-nilai toleransi,” harapnya. (k5/c)

 

To Top