Seluruh Korban Ditemukan, Pencarian Dihentikan – Berita Kota Kendari
Beranda

Seluruh Korban Ditemukan, Pencarian Dihentikan

WA ODE FITRI/BERITA KOTA KENDARI IKUT MEMBANTU PENCARIAN. La Ode Dyrun bersama sejumlah nelayan suku Bajo di Muna yang tergabung dalam SAR Muna, turut serta dalam pencarian dan penyelamatan korban terbakarnya KM Lintas Samudera, Minggu (7/8) lalu.

WA ODE FITRI/BERITA KOTA KENDARI
IKUT MEMBANTU PENCARIAN. La Ode Dyrun bersama sejumlah nelayan suku Bajo di Muna yang tergabung dalam SAR Muna, turut serta dalam pencarian dan penyelamatan korban terbakarnya KM Lintas Samudera, Minggu (7/8) lalu.

RAHA, BKK – Upaya pencarian korban dari tragedi terbakarnya Kapal Motor Lintas Samudera di perairan Selat Buton, Minggu (8/8), diputuskan untuk dihentikan, Senin (8/8). Itu karena seluruh korban sudah ditemukan seluruhnya.

Keputusan dihentikannya pencarian itu diambil setelah seluruh pihak-pihak yang terlibat dalam pencarian, seperti Basarnas Kendari, SAR lokal, Polair dan Polres Muna berkeyakinan bahwa tidak ada lagi penumpang lainnya.
“Kita sudah konfirmasi kepada saksi, motoris serta ABK KM Lintas Samudera, bahwa total penumpang serta kru ada 23 orang,” kata La Ode Dyrun, Ketua SAR lokal, kemarin.
Dia menambahkan, saat bertolak ke Maligano, KM Lintas Samudera tidak mempunyai daftar manifes penumpang. Karena itu, sempat berkembang spekulasi mengenai jumlah penumpang. Ada yang menyebut sampai 30 orang.
Karena tidak memiliki manifes, sempat ada kekhawatiran masih ada belasan korban lain yang belum ditemukan. “Sekarang kita sudah finalkan datanya. Yang meninggal 6 orang dan selamat 17 orang selamat (termasuk motoris dan ABK). Tidak ada lagi korban yang lain,” kata Dyrun yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Muna ini.
Meski demikian, Dyrun masih tetap memantau perkembangan. SAR yang dimotori oleh Dyrun ini sendiri beranggotakan 12 orang yang mayoritas berasal dari nelayan suku Bajo. Semua peralatan operasionalnya dibiayai sendiri.
Selain itu, Dyrun juga meminta aparat untuk mengungkap keberadaan 100 jeriken berisi Bahan Bakar Minyak yang dimuat dalam kapal naas tersebut. Sebab BBM tidak boleh ditampung di kapal penumpang. Terlebih, memperdagangkan kembali BBM bersubsidi
itu melanggar hukum.

“Kami akan panggil pihak Dishub Muna dan Polres Muna, agar tidak boleh lagi ada kapal penumpang memuat BBM. Kalau mau muat BBM, harus pakai kapal  tersendiri, tidak boleh di kapal penumpang,” jelasnya.
Kalau pun ada kapal penumpang yang mau bawa BBM, harus steril dari penumpang. Hal tersebut untuk menghindari risiko seperti yang dialami oleh KM Lintas Samudera itu.
“Kami akan minta pertangungjawaban Dishub Muna karena setiap hari mereka yang bertugas di sana. Kenapa bisa BBM ini lolos dari pantauannya,” ujar politikus Partai Golkar ini. (cr1/b/aha)

Click to comment
To Top