Sebelum dan Sesudah Dipotong, Hewan Kurban Wajib Diperiksa Kesehatannya – Berita Kota Kendari
Beranda

Sebelum dan Sesudah Dipotong, Hewan Kurban Wajib Diperiksa Kesehatannya

Ir Murdiantoro MS. (Nirwan/BKK)

Ir Murdiantoro MS. (Nirwan/BKK)

KENDARI, BKK – Pihak Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Kendari mewajibkan agar sebelum dan sesudah dipotong, hewan kurban wajib diperiksa kesehatannya.

Hal itu diungkapkan Kepala Bidang (Kabid) Peternakan Dinas Pertanian dan Kehutanan Kota Kendari Ir Murdiantoro MS, kata dia, seluruh hewan yang masuk sebelum dilakukan pemotongan, terlebih dahulu harus dilakukan pemeriksaan yakni pemeriksaan antemortem. Setelah dilakukan pemotongan pemeriksaan dilakukan lagi yakni pemeriksaan post mortem, pemeriksaan ini lebih mengarah pada pemeriksaan bagian tubuh hewan serta isi dalam hewan.

“Sebelum hewan kurban dilakukan pemotongan, terlebih dahulu harus dilakukan pemeriksaan. Sebelum pemotongan dilakukan pemeriksaan yakni pemeriksaan antemortem, dan setelah pemotongan hewan kurban kembali dilakukan pemeriksaan tahap kedua yakni pemeriksaan post mortem atau pemeriksaan yang lebih mengarah pada bagian tubuh hewan baik dalam maupun luar,” ungkap Murdiantoro kepada Harian Berita Kota Kendari (BKK) Senin (8/8).

Dimana, lanjut dia, pemeriksaan terhadap calon hewan kurban merupakan agenda rutin tiap tahunnya yang tidak saja dilakukan saat lebaran Idul Adha, tetapi juga lebaran Idul Fitri juga dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan.

“Pemeriksaan kesehatan hewan kurban selalu dilakukan setiap hari-hari besar yakni Idul Fitri dan Idul Adha, namun pemeriksaan yang lebih intensif kami lakukan pada saat menjelang lebaran Idul Adha yakni pada H-3 hingga H-1,” paparnya.

Kata dia, adapun yang melakukan pemneriksaan kesehatan hewan merupakan dokter hewan satu-satunya yang ada di Kota Kendari, sehingga atas minimnya dokter hewan yang dimiliki didaerah ini pihaknya bekerja sama dengan Pusat Kesehatan Hewan (Puskeswan) dan Dinas Pertanian dan Kehutanan Provinsi.

“Dari tahun ke tahun hewan yang dilakukan pemotongan semua sehat. Sebab kriteria hewan kurban harus sehat, kalau tidak sehat maka tidak bisa dipotong. Untuk itu kami terus mengimbau kepada masyarakat yang akan menyelenggarakan hewan kurban baik perorangan maupun kerukunan, untuk segera melaporkan hewan kurbannya untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan hewan sehingga daging kurban yang dikonsumsi masyarakat aman,” terangnya.

Menurutnya, hewan yang paling dominan dikurbankan sejak tahun 2015 hingga 2016 adalah sapi. Dimana pada 2015 tercatat sebanyak 1.200 ekor yang dikurbankan, sedangkan pada 2016 ini dengan kondisi ekonomi masyarakat yang cukup membaik pasti akan meningkat. (m3)

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top