HIPMA Konsel Segel Kantor Bupati Konsel – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

HIPMA Konsel Segel Kantor Bupati Konsel

Massa HIPMA Konsel saat melakukan aksi di kantor bupati, Senin (8/8), sempat melakukan penyegelan pintu kantor bupati. (foto: marwan/bkk)

Massa HIPMA Konsel saat melakukan aksi di kantor bupati, Senin (8/8), sempat melakukan penyegelan pintu kantor bupati. (foto: marwan/bkk)

Andoolo, BKK- Massa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa dan Pemuda Pelajar (HIPMA) Konsel kembali melakukan aksi demontrasi di depan kantor Bupati Konawe Selatan bahkan melakukan penyegelan pintu kantor bupati, Senin(8/8).

Dalam tuntutannya, mahasiswa mendesak agar Pemda Konsel segera menganggarkan pembangunan asrama untuk mahasiswa Konsel yang mengenyam pendidikan di Kendari.

“13 tahun Konsel berdiri sebagai Kabupaten, akan tetapi tidak pernah memperdulikan nasib putra-putri Konsel dalam membangun asrama mahasiswa,” kata koordinator lapanngannya, Jefry.

Dikatakannya lagi pemerintah tidak pilih kasih terhadap dukungan mahasiswa Konsel yang keluar daerah maupun di Kendari. Terlebih lagi, lanjut dia, dikabarkan mahasiswa yang mengenyam pendidikan di luar daerah telah diporsikan anggaran miliaran tiap tahun.

“Bila dibanding dengan kabupaten lain, seperti Konawe, Bombana, mereka disediakan fasilitas, kenapa Konsel tidak ada. Apa lagi mahasiswa yang melanjutkan S2 di luar daerah itu ternyata anak anak pejabat yang mampu dan ada pemberian bantuan beasiswa,” paparnya di hadapan Kantor Bupati kemarin.

Wakil Bupati Konsel, H Arsalim yang menemui para demosntran itu mengatakan, mengenai asrama tersebut sebenarnya sudah pernah dibahas empat tahun lalu. Bahkan tiap penyusunan anggaran selalu dipertimbangkan.

“Namun setelah dibahas di tingkat DPR, usulan tersebut ditolak dengan pertimbangan belum terlalu prioritas. Karena jarak antara Kendari-Konsel cukup dekat, sehingga tak perlu ada asrama,” cetusnya.

Dikatakannya, lanjut mantan Kepala Bappeda Konsel ini, pihaknya lebih memprioritaskan mahasiswa putra-putri Konsel yang berada di luar daerah.

“Seperti di Jakarta, itu kan memang perlu. Karena disana tidak ada siapa-siapa melainkan harus ada balai atau asrama. Kemudian terkait dana miliaran yang dikucurkan untuk mereka itu tidak benar. Seandainya ada, maka pasti kita sesuaikan agar mahasiswa lokal juga bisa dapat,” tepisnya.

Ditambahkannya, mengenai tuntutan para demonstran yang telah berdiri selama kurang lebih tiga jam di kantor Bupati setempat, Arsalim pun tetap apresiasi dan berjanji akan segera mengakomodir tuntutan tersebut.

“Mudah-mudahan tahun 2017 mendatang, kami akan coba usulkan, agar apa yang menjadi tuntutan ini bisa terpenuhi,” janjinya.(k8/c/lex)

Click to comment
To Top