BPHTB Tidak Sesuai Harga Tanah – Berita Kota Kendari
Aktualita

BPHTB Tidak Sesuai Harga Tanah

KOLAKA, BKK– LSM Lingkar Demokrasi Rakyat (Lider) Sultra menyoroti Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)? yang diduga tidak sesuai harga tanah di lapangan. Hal ini mengakibatkan rawan terjadi manipulasi pada Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Ada ketidak jujuran dan kong kalingkong oleh oknum oknum yang menangani masalah BPHTB, sehingga sangat merugikan bagi penerimaan daerah,” kata Ketua Lider Sultra, Herman Syahruddin, Senin (8/8).
Berdasarkan Undang-undang nomor 20 tahun 2000, yang merupakan perubahan UU No 21 tahun 1997 tentang BPHTB, dalam pasal 6 dijelaskan yang menjadi dasar pengenaan BPHTB adalah Nilai Perolehan Obyek Pajak (NPOP), seperti halnya transaksi jual beli tanah dan bangunan, tukar menukar, warisan maupun pemisahan hak atas tanah dan obyek tanah lainnya.
Berdasarkan data yang diperoleh, terdapat obyek tanah dan bangunan yang diperjualbelikan dengan harga miliaran rupiah, tetapi yang dilaporkan dalam akta hanya puluhan juta. Sehingga dengan begitu, otomatis BPHTB-nya pun rendah.
“Salah satu contoh bangunan yang terletak di jalan Pramuka yang dijual Rp 1 milyar. Tapi dalam akta jual beli hanya ditulis Rp 80 juta. Sementara dasar pengenaan pajak setelah dikurangi Rp 60 juta, berarti hanya Rp 20 juta saja sebagai dasar pengenaan BPHTB sebesar 5 persen.” ungkapnya.
Dengan manipulasi data seperti ini, Herman mengaku yang dirugikan adalah daerah, sementara yang diuntungkan adalah oknum yang bermain.
“Jadi kalau mau menggali sumber PAD dari sini. Karena itu Pemda harus tegas dan melakukan evaluasi terhadap oknum yang bermain,” tegas Herman. (cr3/c/aha)

Click to comment
To Top