Tak Ada Prajurit Yonif Konsumsi Narkoba – Berita Kota Kendari
Beranda

Tak Ada Prajurit Yonif Konsumsi Narkoba

KENDARI, BKK – Seksi Penerangan Komando Resort Militer 142/Halu Oleo memastikan tidak ada satupun prajurit TNI AD di Batalyon Infantri 725/Woroangi yang menggunakan narkoba.
Dalam situs resminya, pihak Penrem 142/Haluoleo menegaskan seluruh prajurit Yonif 725/Woroangi telah menjalani tes urine mendadak pada awal Agustus ini. Hasilnya, semua prajurit negatif dari zat barang haram itu.
Kasi Intel Korem 143/HO, Mayor (Inf) Aries Dwiyanto mengakui pemeriksaan urine yang dirangkaikan dengan sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba kepada jajaran Yonif 725/Wrg memang dilaksanakan secara dadakan tanpa informasikan dulu kepada Danyonif 725/Wrg.
“Ini perintah langsung dari Danrem 143/HO, Kolonel (Inf) Immanuel Ginting, SE agar pelaksanaannya secara dadakan. Tujuannya adalah untuk meyakinkan bahwa dikalangan anggota Yonif 725/Wrg dan Jajaran Korem 143/HO lainnya tidak ada yang main-main dengan narkoba,” pungkasnya.
Komandan Yonif 725/Woroagi Letkol Inf Nurman Syahreda SE menyampaikan terima kasih kepada bagian intel. Dia juga menyatakan kesyukuran sekaligus kebanggaannya karena prajuritnya terbukti tidak mengkonsumsi barang haram itu.
“Meskipun kita didadak seperti ini, saya yakin dan percaya kepada kalian semua, bahwa kita siap untuk menerima sosialisasi maupun pemeriksaan urine. Dan hasilnya tidak ada yang positif mengkonsumsi narkoba,”
Nurman menjelaskan, narkoba saat ini sudah menjadi ancaman yang sangat serius bagi eksistensi NKRI. Sebab narkoba menyasar generasi penerus yang jika tidak ditindak secara tegas akan menghancurkan jati diri bangsa.     “Kalau generasi muda kita sudah hancur maka bangsa ini tinggal menunggu lonceng kematiannya” pesan Nurman.
Dalam sosialisasi itu sendiri, Kepala Bidang Pencegahan BNN Provinsi Sultra Dra Hj Harmawati, M. Kes. Apt menjelaskan, Indonesia merupakan pasar potensial bagi peredaran gelap narkotika karena negara ini memiliki posisi yang strategis baik ditinjau secara geografis, geostrategis, secara sosial, maupun secara ekonomi.
“Jumlah penduduk Indonesia yang kini berjumlah hampir tiga ratus juta jiwa itu merupakan pasar yang potensial,” ujar Harmawati.
Begitupula kata dia secara geografis Indonesia merupakan negara kepulauan berbatasan laut yang terbuka dan juga berdekatan dengan wilayah produk opium terbesar, yaitu segi tiga emas dan bulan sabit emas. (penrem 142/UHO)

Click to comment
To Top