Polda Dinilai Tidak Mampu, Mahasiswa Minta Kejati Ambil Alih – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polda Dinilai Tidak Mampu, Mahasiswa Minta Kejati Ambil Alih

Mahasiswa melakukan aksi demontrasi di Kejati Sultra. (FOTO:RUDY/BKK)

Mahasiswa melakukan aksi demontrasi di Kejati Sultra. (FOTO:RUDY/BKK)

KENDARI, BKK – Sekelompok mahasiswa melakukan aksi demontrasi di Kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (4/8).

Mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Merah Putih Sultra ini meminta kejati mengambil alih kasus dugaan gratifikasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) K-I dan K-II Kabupaten Bombana 2013 dari Kepolisian Daerah (Polda) Sultra.

Massa menilai, Polda Sultra tidak mampu menangani kasus gratifikasi senilai Rp 12 miliar tersebut. Pasalnya, hingga kini beberapa oknum pejabat Bombana yang diduga terlibat tak kunjung ditetapkan sebagai tersangka.

“Kami minta agar pihak Kejati Sultra mengambil ahli penyidikan lanjutan dari pihak Polda Sultra. Polda Sultra kami nilai tidak mampu untuk menangani kasus ini (CPNS K-I dan K-II Bombana), karena sampai saat ini polisi belum menetapak tersangka terhadap oknum pejabat yang terlibat,” teriak Multazam dalam orasinya.

Setelah sekitar satu jam berorasi, massa diterima Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Sultra Janes Mamangkey SH.

Menurut dia, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penyidikan karena kasus ini masih sementara ditangani pihak Polda Sultra.

“Kami tidak memiliki kewenangan untuk melakukan penyidikan, karena kasus ini masih sementara ditangani pihak Polda Sultra. Kalau sudah dilimpahkan ke Kejati Sultra, itu baru kewenangan kami,” jelasn Janes.

Pantauan jurnalis koran ini, massa sempat bersitegang dengan pegawai kejaksaan yang tidak senang ada pembakaran ban di depan gerbang kejati. Tidak senang melihat pegawai kejati yang mencoba memadamkan api ban dengan air, mahasiswa langsung mencoba menghalang-halangi.

Sehingga, air yang disiram ke ban tersebut mengenai beberapa mahasiswa. Akibatnya, adu mulut hingga aksi dorong-dorongan pun anatar mahasiswa dan pegawai tak terhindarkan.

Untungnya, sebelum terjadi adu jotos, polisi yang mengawal jalannya aksi demonstrasi langsung melerai kedu kubu terbut. (p5/b/kas)

To Top