Polair Gagalkan Perdagangan Penyu Biru dan Ikan Napoleon – Berita Kota Kendari
Beranda

Polair Gagalkan Perdagangan Penyu Biru dan Ikan Napoleon

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI DIAMANKAN. Polair Polda Sultra saat mengamankan sebelas ikan napoleon dan dua penyu biru yang disita dari warga, Kamis (4/8).

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI
DIAMANKAN. Polair Polda Sultra saat mengamankan sebelas ikan napoleon dan dua penyu biru yang disita dari warga, Kamis (4/8).

KENDARI, BKK
Jajaran Direktorat Polisi Perairan, Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) berhasil menyita 11 ekor ikan napoleon dan dua ekor penyu biru atau penyu belimbing yang diduga akan diperdagangkan.

Dua hewan laut yang statusnya langka dan dilindungi oleh negara itu disita dari sebuah keramba, di perairan Wawonii Barat, Kabupaten Konawe Kepulauan, pada Selasa (2/8). Kasi Gakkum, Ditpolair Polda Sultra, Komisaris Polisi (Kampol) Muhammadong menuturkan, sebelumnya, pihaknya melakukan patroli dan mendapatkan informasi mengenai keberadaan dua hewan laut langka itu.
“Dari hasil patroli yang dilakukan oleh Polair selama dua hari, telah teridentifikasi, paginya langsung datang ke tempat itu dan mengamankan penyu dan ikan napoleon tersebut,” ujar Muhammadong, di Polda Sultra, Kamis (4/8). Pihaknya pun sudah meminta keterangan dari pemilik kedua hewan tersebut. Adapun pemilik penyu biru bernama Abdul Kadir, seorang kepala puskesmas. Sementara ikan napoleon dimiliki oleh nelayan bernama Udin dan Laudin.
“Menurut pengakuan pemiliknya, mereka dapat dari nelayan yang berada di kepulauan Wawonii,” tambahnya.
Setelah ditimbang, 11 ekor ikan napoleon tersebut memiliki total 15 kg. Kepada polisi, kedua nelayan itu mengaku hendak menjual ikan napoleon yang mereka budidayakan di kerambanya.
Kompol Muhammadong menyatakan, perdagangan ikan napoleon secara ilegal memang marak terjadi. Itu karena harga ikan napoleon sangat tinggi, apalagi jika dieskpor.

“Ikan Napoleon ini biasanya diekspor ke negara luar karena di luar sana orang siap beli dengan harga tinggi. Di sini saja, rumah makan bisa menjual sampai Rp 300.000 yang kecil-kecilnya. Kalau di luar sana bisa sampai jutaan,” katanya.
Untuk sementara ini, ikan napoleon dan penyu biru tersebut diamankan di salah satu keramba milik warga bernama H Arifin. Proses penyitaan itu juga turut disaksikan oleh para terperiksa.
Kepemilikan penyu dan ikan napoleon melanggar Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia Nomor 37/KEPMEN-KP/2013 tentang Penetapan Status Perlindungan Ikan Napoleon serta Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati. Ikan napoleon dan semua penyu masuk dalam kategori langka karena jumlahnya terus menyusut.
Meski demikian, para pelaku tidak bisa dikenakan sanksi pidana dikarenakan berdasarkan aturan, sanksi pidana baru dijatuhkan jika penyu atau napoleon lebih dari 5 keramba dan tidak memiliki izin untuk dibudidayakan. (p4/b/aha)

Click to comment
To Top