Kasuistika

Oknum Polisi Pemilik Senpi Ilegal Segera Jalani Sidang

KENDARI, BKK – Brigadir Rafiun, seorang oknum anggota Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) yang terlibat kasus dugaan kepemilikan senjata api (senpi) rakitan ilegal segera dudu di kursi pesakitan Pengadilan Negeri (PN) Kendari.

Itu menyusul, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra telah menyimpulkan, bahwa berkas perkara tahap I Brigadir Rafiun telah lengakap atau P-21. Dan, Rabu (3/8), Polda Sultra melimpahkan tersangka berikut barang buktinya atau tahap II ke kejati.

“Setelah kami teliti berkasnya, kami nyatakan P-21. Dan kami telah menerima pelimpahan tahap II dari polda,” ujar Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Sultra Janes Mamangkey SH saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (4/8).

Diungkapkan, kini pihaknya telah melimpahkan tahap II ke Kejasaan Negeri (Kejari) Kendari, karena lokasi kasus yang menyeret Brigadir Rafiun terjadi di wilayah hukum Kejari Kendari.

“Kami langsung tahap II ke Kejari Kendari, karena kami hanya sebatas menerima berkasnya dan untuk persoalan yang mau sidangkan itu kewenangan dari Kejari Kendari,” ujar Janes.

Lebih lanjut dia mengatakan, Brigadir Rafiun dijerat dengan Pasal 1 ayat (1) Undang-Undang (UU) Darurat Nomor 12 Tahun 1951, dengan ancaman pidana 10 tahun penjara.

Diketahui, Brigadir Rafiun digerebek di kediamannya di Jalan RE Martadinata Kelurahan Kambu Kota Kendari pada 6 Juni 2016 atas kasus dugaan kepemilikan senpi ilegal.

Dalam penggerebekan itu dipimpin langsung Kepala Bidana Profesi dan Pengamanan (Kabidpropam) Polda Sultra Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Agoeng. (p5/c/kas)

To Top