Kejati : Tak Ada Laporan Resmi, Hanya Pernyataan Sikap ***Soal Dugaan Korupsi UKT dan Bidik Misi UHO – Berita Kota Kendari
Headline

Kejati : Tak Ada Laporan Resmi, Hanya Pernyataan Sikap ***Soal Dugaan Korupsi UKT dan Bidik Misi UHO

RUDINAN/BERITA KOTA KENDARI NYARIS BENTROK. Puluhan mahasiswa yang berunjuk rasa berhadap-hadapan dengan pegawai Kejati Sultra, di Gedung Kejati Sultra, Kamis (4/8). Mahasiswa menuntut agar Kejati menyelidiki anggaran UKT dan bidik misi yang diduga disalahgunakan oleh oknum Rektorat UHO.

RUDINAN/BERITA KOTA KENDARI
NYARIS BENTROK. Puluhan mahasiswa yang berunjuk rasa berhadap-hadapan dengan pegawai Kejati Sultra, di Gedung Kejati Sultra, Kamis (4/8). Mahasiswa menuntut agar Kejati menyelidiki anggaran UKT dan bidik misi yang diduga disalahgunakan oleh oknum Rektorat UHO.

KENDARI, BKK
Kejaksaan Tinggi Sulawesi Tenggara menegaskan tuntutan mahasiswa agar jaksa menelusuri korupsi pada bidang Uang Kuliah Tunggal (UKT) dan Bidik Misi yang diduga melibatkan pejabat Rektorat Universitas Halu Oleo, sulit dilakukan tanpa adanya laporan resmi.

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkum Humas) Kejati Sultra, Janes Mamangkey SH menjelaskan, karena belum ada laporan resmi mengenai kasus itu, jaksa pun sampai sekarang belum melakukan penyelidikan.
Laporan resmi sangat penting agar Kejati bisa memahami letak persoalannya dan mengetahui siapa identitas pelapor. Apalagi, laporan resmi sering menyertakan data.
Janes mengakui, sebelumnya memang ada kelompok mahasiswa yang memasukkan laporan ke Kejati. Hanya saja, laporan itu bentuknya pernyataan sikap.
“Sampai hari ini memang kami belum melakukan penyelidikan atas kasus tersebut. Sebelumnya ada laporan yang masuk, tetapi hanya sebatas pernyataan sikap saja. Bukan laporan,” jelas Janes menanggapi aksi demonstrasi sekelompok mahasiswa UHO, di Gedung Kejati Sultra, Kamis (4/8).
Untuk itu, dia meminta mahasiswa agar segera membuat laporan dan identitas pelaporannya juga harus jelas. Kalau laporan sudah dibuat secara resmi, dia menjamin Kejati akan segera menindaklanjutinya.
“Kalau memang ada laporan dan laporannya jelas, organisasi jelas, pasti kami langsung melakukan penyelidikan. Kalau tidak, dikhawatirkan jangan sampai ini hanya sebatas fitnah,” tambahnya.
Aksi unjuk rasa itu sendiri dimotori puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Lingkar Studi Mahasiswa (Lisuma) UHO. Dalam aksinya, mahasiswa menuntut kejaksaan agar segera menindaklanjuti dugaan korupsi pada UKT dan Bidik Misi. Mereka juga menuding Rektor UHO, Usman Rianse terlibat dalam kasus itu.
“Kasus ini sudah berlarut-larut dan dibiarkan begini saja. Belum tuntas laporan kami yang lama, ada lagi kasus baru yang terjadi. Makanya kami meminta agar jaksa harus cepat turun tangan,” teriak Syukur selaku kordinator aksi dalam orasinya.
Dia menjelaskan, pengelolaan UKT seharusnya disesuaikan dengan penghasilan orang tua mahasiswa melalui cara survei ke rumah-rumah para mahasiswa. Namun kenyataannya, aturan tersebut tidak dijalankan oleh rektorat.
UKT, tuding mahasiswa, malah dimanfaatkan oknum pejabat di lingkup UHO untuk mengeruk keuntungan. “Ini melenceng dari aturan UKT sebenarnya. Maka kami anggap ada kasus korupsi dan sarat KKN di sini. Usman Rianse dan pengelola program bidik misi juga harus diperiksa,” ucap Syukur.
Aksi tersebut sempat diwarnai ketegangan antara mahasiswa dengan para pegawai Kejati Sultra. Itu terjadi saat massa memaksa masuk ke dalam Kantor Kejati Sultra untuk bertemu langsung dengan Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Sultra, Sugeng Djoko Susilo. Namun pihak Kejati tidak mengizinkan semuanya boleh masuk, hanya perwakilan saja.
Beruntung, polisi yang mengawasi jalannya aksi mampu meredam suasana. Pihak mahasiswa dan pegawai Kejati Sultra yang sudah sama-sama panas, akhirnya damai. Perwakilan mahasiswa pun masuk dan menyampaikan aspirasinya. (p5/a/aha)

Click to comment
To Top