Hindari Gejolak yang Tidak Perlu Terjadi – Berita Kota Kendari
Headline

Hindari Gejolak yang Tidak Perlu Terjadi

KENDARI, BKK-

Bachtiar

Bachtiar

Desakan publik agar DPRD Muna tidak menunda sidang paripurna pengesahan penetapan LM Rusman Emba – Malik Ditu sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna, terus berdatangan.

Pengamat politik Universitas Halu Oleo (UHO) Dr Bachtiar mengatakan, jika DPRD setempat menunda-nunda sidang paripurna penetapan, itu sama saja membuka ruang terjadinya kembali gejolak dari masyarakat. “Untuk menghindari gejolak dan keributan yang sebenarnya tidak perlu lagi terjadi, maka DPRD Muna harus melaksanakan sidang paripurna sesuai yang sudah disepakati jadwalnya,” kata Bachtiar, Kamis (4/8).
Bachtiar berharap, semoga saja pernyataan bahwa Ketua DPRD Muna lebih mementingkan acara partai daripada rapat paripurna itu hanya sebatas isu. Sebab jika itu memang benar terjadi dan menyebabkan paripurna tertunda, Ketua DPRD Muna akan menerima konsekuensi moral dari masyarakat.

“Dia bisa dianggap tidak memikirkan kepentingan masyarakat Muna. Tidak dewasa dalam berpolitik,” ujarnya.

Tak hanya itu, citra DPRD Muna secara kelembagaan dipastikan akan jatuh di mata masyarakat. Pasalnya, DPRD merupakan represtasi perwakilan rakyat yang seharusnya mementingkan kemaslahatan masyarakat banyak.

Untuk itu, DPRD diminta tidak terpengaruh. Karena bagaimana pun, DPRD merupakan lembaga yang kolektif kolegial yang berarti, keputusan diambil berdasarkan kesepakatan pimpinan.
“Ketika Ketua DPRD tidak mengisi sebuah acara, maka harus dia rekomendasikan kepada para unsur pimpinan yang lain, dalam hal ini para Wakil DPRD itu sendiri. Jadi sebenarnya sidang tetap bisa jalan sekalipun ketuanya berhalangan hadir,” tegas dekan FISIP UHO tersebut.
Secara terpisah, Kapolda Sultra, Brigjen Pol Agung Sabar Santoso, mengatakan kondisi di Muna belakangan ini sudah kondusif. Meski demikian, Kapolda menegaskan aparatnya tetap disiagakan.
“Insya Allah kondisi di Muna aman. Dan saya yakin masyarkat Muna paham betul tentang hukum dan patuh hukum,” tutur Agung Sabar Santoso usai acara serah terima Waka Polda Sultra, kemarin.
Agung mengajak masyarakat Muna agar kembali bersatu dan jangan mendengarkan provokasi yang dapat kembali memecah persatuan. Dia mengingatkan bahwa segala tindakan anarkis akan mendapatkan hukuman berat.
Dia juga memastikan penyelidikan terhadap sejumlah kasus kejahatan yang berlangsung selama proses Pilkada tetap berjalan. Sejumlah pelaku telah tertangkap dan sudah mau disidang.
“Tim reserse baik Polres maupun Polda sementara melakukan penyelidikan. Kita berharap tak ada lagi kejadian lainnya. Pokoknya kita juga maunya aman,” tutupnya.
Di tempat yang sama, Kapolres Muna, AKBP Yudith S Hananta mengatakan pihaknya masih menyiagakan 600 aparat gabungan untuk mengendalikan situasi di Muna. “Hingga saat ini kami melakukan patroli. Aset-aset penting kita jaga,” katanya. (p4/b/aha)

To Top