Satu Rumah Terbakar di BTN Resky Tiga – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Satu Rumah Terbakar di BTN Resky Tiga

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI RUSAK PARAH. Rumah milik Sriwati (34) tampak rusak parah usai diamuk api, Rabu (3/8).

LA ODE ONO/BERITA KOTA KENDARI
RUSAK PARAH. Rumah milik Sriwati (34) tampak rusak parah usai diamuk api, Rabu (3/8).

KENDARI, BKK- Masyarakat patut waspada dengan fenomena kebakaran yang sering muncul belakangan ini. Rabu (3/8) jelang siang kemarin, satu rumah di BTN Resky Tiga, Kelurahan Anggoeya, Kecamatan Poasia, Kota Kendari, dilaporkan diamuk si jago merah.
Kondisi lingkungan yang sunyi karena ditinggal pergi kerja oleh sebagian besar warganya, membuat si jago merah leluasa beraksi. Salah satu saksi yang juga tetangga korban, Herlina (54) mengaku baru tahu ada kebakaran saat api sudah berkobar hebat.
“Saya pertama hanya lihat bayangan asap tebal waktu ke ruang tamu. Ternyata rumah Mamanya Puput sudah terbakar,” kata Herlina yang rumahnya berhadapan dengan rumah korban.
Herlina kemudian berlari keluar dan memperingatkan tetangganya yang lain. Rupanya, warga kompleks juga rupanya baru menyadari ada rumah yang sedang diamuk api.
Warga pun bahu membahu menyiramkan air dengan peralatan seadanya yang kebanyakan ember. Sebagian lagi masuk ke dalam rumah untuk mengeluarkan barang yang bisa diselamatkan.
Yang tinggal berdekatan dengan rumah korban juga tampak panik menyelamatkan barang-barangnya. “Saya juga kasi keluar barang-barang dari rumah takutnya api nanti menyebar cepat,” tambah Herlina.
Kobaran api akhirnya bisa dijinakkan setelah dua armada pemadam kebakaran tiba di lokasi. Sayangnya, tak banyak yang bisa diselamatkan.
Rumah yang jadi korban dalam musibah ini adalah milik Sriwati (34). Saat kebakaran hebat melanda rumahnya, Sriwati dan anaknya memang keluar pada pukul 07.00.
“Saya pergi kerja dan Puput pergi sekolah. Kalau bapaknya kerja di Morowali,” katanya.
Seingat Sri, tidak ada peralatan elektronik yang dia nyalakan. Kompor pun sudah dia matikan.
“Tidak ada yang nyala. Semua saya kasi padam karena memang begitu kebiasaan kita,” kata Sriwati yang nampak terpukul dengan musibah tersebut.
Sriwati baru tahu rumahnya terbakar saat dihubungi tetangganya sekitar pukul 12.00, atau 15 menit setelah api merayapi seluruh rumahnya. Kebakaran itu, aku Sri, tak menyisakan satupun perabot. Semuanya musnah bersama peristiwa itu.
Kapolsek Poasia, Kompol Dulyamin Daming SE mengatakan anggotanya sudah diturunkan ke TKP untuk melakukan penyelidikan. Untuk sementara, hubungan arus pendek diduga sebagai pemicunya.
“Sementara diselidiki. Kita juga sudah police line,” katanya.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kebakaran tersebut mengakibatkan kerugian hingga Rp 150 juta. (p4/b/aha)

Click to comment
To Top