Headline

Jadi DPO, Laode Alimin Juga Buronan Polres Wakatobi

DOK POLRES KENDARI BURONAN. Laode Alimin alias Limin alias Lamimi menjadi buronan Polres Kendari dan Polres Wakatobi dalam dua kasus penikaman.

DOK POLRES KENDARI
BURONAN. Laode Alimin alias Limin alias Lamimi menjadi buronan Polres Kendari dan Polres Wakatobi dalam dua kasus penikaman.

KENDARI, BKK – Kepolisian Resor (Polres) Kendari menerbitkan Daftar Pencarian Orang (DPO) untuk kasus pengeroyokan yang menyebabkan satu mahasiswa Universitas Halu Oleo tewas dan dua lainnya luka-luka.
Dalam kasus itu, Polres Kendari memasukkan nama Laode Alimin sebagai DPO. Pemuda berusia 22 tahun itu juga kerap disapa Limin atau Lalimi. Alimin diketahui berasal dari Desa Patuno, Kecamatan Wangiwangi, Kabupaten Wakatobi, Sulawesi Tenggara.
Tersangka memiliki ciri-ciri berpostur tubuh agak gemuk dengan tinggi badan 160 cm, berambut ikal, bekas luka dibagian telapak tangan kanan dan jari tangan kanan.
“DPO ini merupakan pelaku penikaman terhadap MA, ML dan AH. Bagi yang mengetahui keberadaan tersangka, harap hubungi kepolisian terdekat,” kata Kasat Reskrim Polres Kendari, AKP Sendi Antoni SIK, di Polres Kendari, Rabu (3/8).
AKP Sendi mengatakan, lembar DPO sudah disebarkan di seluruh kepolisian untuk memudahkan penangkapan terhadap pelaku. Kasat Reskrim menegaskan pihaknya tidak berhenti mengejar Alimin.
“Saya imbau kepada tersangka lebih baik segera menyerahkan diri. Daripada tetap melarikan diri yang akan memberatkan ancaman hukumannya ketika tertangkap,” tambahnya.
Dia mengatakan, dari hasil penyelidikan, keterangan sebagian besar saksi menunjukkan Alimin paling banyak berperan dalam kasus tersebut. Dia diduga melukai ketiga korban dengan senjata tajam.
Yang mengejutkan, Alimin ternyata juga jadi buruan Polres Wakatobi. Pasalnya, tersangka juga terlibat dalam kasus penikaman di Desa Wailumu, Kecamatan Wangiwangi pada Juni 2016.
“Tersangka ini statusnya tidak kuliah. Dan dia juga buronan Polres Wakatobi,” tutupnya. (p4)

To Top