Kasuistika

Polisi Ciduk Dua Pelaku Pengebom Ikan di Bombana

Barang bukti handak yang berhasil diamankan polisi

Barang bukti handak yang berhasil diamankan polisi

KENDARI, BKK – Dua orang warga Desa Pulau Tobako Kecamatan Mataoleo Kabupaten Bombana yang selama ini diduga menangkap ikan menggunakan bom, diamankan polisi.

Kedua yang diketahui masing-masing bernama Agus (29) dan Rama (23), ditangkap di perairan Tanjung Lora pada Senin (1/8) sekira pukul 09.45 Wita.

Kepala Subbidang (Kasibbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidang Hubungan Masyarakat (Bidhumas) Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Selasa (2/8) menjelaskan, kedua tersangka kedapatan oleh petugas Polair Bombana yang sedang melakukan patroli.

“Setelah diperiksa, dalam perahu mereka (Agus dan Rama) ditemukan dua botol bom ikan siap ledak,” sebut perwira polisi dengan satu melati di pundak ini.

Selain bahan peledak (handak), sambung Dolfi, petugas juga menemukan beberapa barang bukti endukung lainnya, seperti 13 dopis, satu buah korek api kayu, satu lilit obat nyamuk bakar, dan unit kompresor yang digunakan untuk menyelam.

Dibeberkan, kedua tersangka ditemukan pada posisi 122 02 30 T- 04 53 30 S menggunakan perahu kayu tanpa nama. Diduga kuat keduanya sedang bersiap membom ikan.

“Selanjutnya tersangka bersama barang bukti dibawa ke Kantor Polair Bombana, untuk menjalani pemeriksaan,” katanya.

Lebih lanjut Dolfi mengatakan, kedua tersangka dijerat Pasal 2 Undang-Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang membuat, menyimpan, atau membawa bahan peledak tanpa izin, dengan ancaman pidana paling lama 10 tahun penjara. (kas)

 

To Top