Kasuistika

Polda Terus Dalami Kasus Pungli Tunjangan Gudacil di Dikbud Sultra

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) terus mendalami kasus dugaan pungutan liar (pungli) tunjangan guru daerah terpencil (gudacil) di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra.

Sejauh ini, penyidik masih melakukan penyelidikan. Dalam waktu dekat ini, penyidik akan memanggil semua pejabat Dikbud Sultra, termasuk kepala dinas.

“Masih penyelidikan. Masih di dalami, masih akan meminta klarifikasi dari beberapa oknum pejabat dikbud yang dinilai mengetahui tentang tunjangan gudacil ini,” terang Kepala Subbidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PID) Bidhumas Polda Sultra Komisaris Polisi (Kompol) Dolfi Kumaseh, Senin (1/8).

Selain keterangan, penyidik juga masih harus mempelajari aturan mengenai penyaluran tunjangan gudacil. Sehingga, di situ akan diketahui oknum-oknum pejabat yang dinilai paling bertanggung jawab.

Diketahui, kasus dugaan pungli itu, disebut telah berjalan selama tiga tahun berturut-turut, yakni pada 2013, 2014, dan 2015. Total pungli yang dinikmati oleh sejumlah oknum diperkirakan telah mencapai miliaran rupiah.

Dalam kasus ini, penyidik polda telah memeriksa seorang saksi yang menjabat Kepala Bidang Dinas Dikbud Sultra. Namun saksi mengaku tidak mengatahui kasus pemotongan tunjangan gudacil tersebut.

Mengenai modus pemotongan, polisi masih terus menelusurinya.

Sebelumnya, Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sultra Komisaris Besar Polisi (Kombespol) Midi Siswoko, memastikan kasus korupsi pemotongan tunjangan guru daerah terpencil di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sultra, akan menjadi atensi khususnya.

Secara pribadi, Kombes Midi mengaku sangat prihatin karena mereka yang diduga terlibat terkesan tidak punya perasaan terhadap para guru yang ditempatkan di daerah terpencil tersebut.

“Terus terang saya dongkol. Benar-benar sampai hati mereka. Kami akan tuntaskan kasus ini tahun ini juga,” tegas perwira polisi dengan tiga melati di pundak ini. (kas)

To Top