KETUA KPU SULTRA : PEMBAKARAN ITU TEROR UNTUK GAGALKAN PLENO PENETAPAN BUPATI – Berita Kota Kendari
Headline

KETUA KPU SULTRA : PEMBAKARAN ITU TEROR UNTUK GAGALKAN PLENO PENETAPAN BUPATI

Wd. Fitri/BKK TERBAKAR ATAU DIBAKAR. Sejumlah warga mengerubuti puing-puing hunian sementara milik komisioner KPU, Andi Ridwan yang terbakar pada Senin (1/8) dinihari. Selain rumah Ridwan, rumah ketua KPU Muna, LM Amin Rambenga juga dilalap api namun berhasil dipadamkan.

Wd. Fitri/BKK
TERBAKAR ATAU DIBAKAR. Sejumlah warga mengerubuti puing-puing hunian sementara milik komisioner KPU, Andi Ridwan yang terbakar pada Senin (1/8) dinihari. Selain rumah Ridwan, rumah ketua KPU Muna, LM Amin Rambenga juga dilalap api namun berhasil dipadamkan.

KENDARI, BKK – Ketua Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tenggara Hidayatullah mengutuk aksi pembakaran rumah Ketua KPU Muna, LM Amin Rambega dan rumah Anggota KPU Muna, Andi Arwin, pada Senin (1/8) dini hari.

Hidayatullah menyatakan, sangat kuat keterkaitan antara pembakaran tersebut dengan kegiatan KPU Muna yang akan menggelar pleno Penetapan Bupati dan Wakil Bupati Muna terpilih, LM Rusman Emba – Malik Ditu, pada siang harinya. Oknum pelaku berharap dengan terbakarnya rumah milik dua komisioner KPU Muna tersebut, pleno akan gagal dilaksanakan.
“Pasti ada motifnya ke situ. Sebab kalau hanya satu rumah anggota KPU, mungkin ada urusan lain. Tapi ini sekaligus dua yang terbakar dan lokasinya terpisah. Berarti ada motif terkait dinamika pascaputusan MK apalagi menjelang malam hari pleno di KPU Muna,” terang Hidayatullah yang dihubungi kemarin.
Meski demikian, Hidayatullah tak mau menduga-duga siapa dalangnya. Dia menyerahkan pengungkapan kasus tersebut kepada kepolisian.
Namun yang jelas, tindakan tersebut tak bisa dimaafkan karena sudah mengarah pada teror terhadap komisioner KPU dan keluarganya. “Anak istrinya tidak tahu apa-apa. Bagaimana kalau mereka mereka menjadi korban. Kejadian inipun sudah membuat mereka menjadi korban karena telah kehilangan harta benda yang nilainya tidak sedikit,” tegasnya.
Untuk itu, Hidayatullah mendesak aksi kriminal ini segera diungkap. Dia mengaku telah bertemu langsung dengan Kapolda Sultra, Brigjen Agung Sabar Santoso. Hidayatullah meminta Kapolda agar menjamin keamanan para komisioner di Muna beserta keluarganya.
“Kejadian ini menjadi pelajaran kepada kita semua agar dari awal keamanan bisa lebih cermat mengantisipasi hal yang tidak diinginkan,” katanya.
Jurnalis Berita Kota Kendari di Raha, Kabupaten Muna, Wa Ode Fitri melaporkan, rumah Andi Arwin yang terbakar merupakan hunian sementara karena rumahnya sementara di renovasi. Namun hunian sementara ini berdempetan dengan rumah Arwin yang dibangun itu, di Lomos, Kelurahan Raha I, Kecamatan Katobu, Kabupaten Muna.
Saat kebakaran terjadi, hunian sementara tersebut ditempati oleh Jumiadin (40) dan anaknya, Izat (4). Sekitar pukul 02.30, Jumiadin yang belum tertidur sempat mencium bau hangus menyengat. Saat dia periksa, asalnya dari kamar tidur yang biasa ditempati Arwin dan keluarganya. Kamar itu sudah dipenuhi api.
“Saya langsung angkat anak saya dan lari keluar minta tolong sama tetangga,” kata Jumiadin.
Tetangga yang datang kemudian berupaya membantu menyelamatkan harta benda yang ada di dalamnya. Sayangnya, api sudah berkobar hebat. Hanya beberapa barang saja yang bisa diselamatkan.
“Cuma sebuah kulkas dan 4 buah kursi berikut meja makan, yang sempat diselamatkan,” kata Jumiadin.
Dua unit pemadam kebakaran baru tiba satu jam setelahnya. Jumaidin mengatakan, kecil kemungkinan pemicu api karena hubungan arus listrik. Apalagi malam itu, dia tidak tertidur dan semua lampu dinyalakan.
Sementara Andi Arwin saat ditemui di rumahnya mengatakan, kebakaran itu, hampir seluruh hartanya habis. Dia memperkirakan kerugian mencapai ratusan juta rupiah.
“Yang bisa diselamatkan cuma kulkas dan kursi meja makan. Yang lainnya dibakar api,” katanya.
Ketika disinggung apakah kebakaran itu ada hubungannya dengan kegiatan KPU Muna yang akan menggelar pleno penetapan bupati dan wakil bupati Muna, Arwin enggan mengaitkannya. “Saya dan komisioner lainnya sudah bekerja secara maksimal,” tutupnya.
Dia juga menjamin musibah tersebut tidak akan membuatnya takut untuk menggelar rapat pleno bersama komisioner lainnya. “Pleno harus tetap jalan sesuai jadwal yang disepakati,” pungkasnya.
Di waktu yang sama, kebakaran juga melanda rumah Ketua KPU Muna LM Amin Rambega yang beralamat di Kelurahan Mangga Kuning, Raha. Namun Amin masih lebih beruntung karena titik api cepat diketahui dan segera dijinakkan.
Informasi yang diperoleh Berita Kota Kendari, api pertama kali dilihat oleh orang yang tinggal di rumah Amin menyala di bagian dapur. Api tersebut langsung dipadamkan hanya dengan beberapa kali siraman.
Sementara Kapolres Muna, AKBP Yudith S Hananta SIK mengatakan pihaknya masih menyelidiki peristiwa kebakaran rumah milik dua komisioner KPU Muna yang terjadi secara bersamaan itu. Kapolres enggan menanggapi apakah kedua peristiwa itu hanya kebetulan ataukah ada unsur kesengajaan.
“Sementara dilidik ya. Sudah di’police line’,” katanya disela sela pengamanan pleno KPU Muna. (cr1/a/aha)

Click to comment
To Top