Kasuistika

Bobol Kantor Bupati Koltim, Maling Mendongkol

Salah seorang staf menunjukan brankas yang dirusak maling. (FOTO:RAHIM/BKK)

Salah seorang staf menunjukan brankas yang dirusak maling. (FOTO:RAHIM/BKK)

TIRAWUTA, BKK – Kantor Bupati Kolaka Timur (Koltim) dibobol maling, Minggu (31/7) sekira pukul 01.20 Wita. Akibat kelalaian dari petugas jaga ini, pencuri berhasil merusak brankas kantor.

Maling seakan berkeliaran bebas di dalam kantor. Pasalnya, pintu ruang bagian keuangan, ruangan sekretaris kabupaten (sekab), dan ruangan asisten, juga dirusak.

Kejadian nahas yang menimpa kantor bupati tersebut dibenarkan Sekab Koltim Samsul Bahri Majid. Menurutnya, insiden itu akibat kelalaian dari pihak petugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol-PP) Koltim.

“Ini seharusnya tidak terjadi, karena ada pihak keamanan yang bertugas. Saya melihat penjaga tidak disiplin dalam bekerja,” ujar Samsul Bahri saat ditemui usai upacara di halaman Pemkab Koltim, Senin (1/8).

Dia mengaku, sangat menyayangkan kelalaian petugas jaga tersebut. Karena, sebut Samsul, maling beraksi cukup leluasa dengan merusak tiga pintu ruangan.

“Mereka pasti cukup lama di dalam, karena membongkar brankas saja itu membutuhkan waktu lama. Namun pencuri ini hanya mengincar uang karena komputer dalam ruang masih utuh,” tuturnya dengan nada sedikit kesal.

Sementara, Kepala Bagian Kabag (Kabag) Keuangan Pemkab Koltim Sumiarno menjelaskan, meski berhasil merusak brankas, namun maling hanya pulang dengan dengan kekecewaan. Karena, dalam barankas tidak tersimpan uang maupun dokumen penting lainnya.

“Tidak ada berkas dan uang yang hilang, karena uang disimpan di bank. Hanya brankas dirusak, pintu dijebol, meja dirusak dan beberapa kabel dirusak. Kalau barang berharga tidak ada yang hilang, dan soal kerugian saya belum tau, karena menunggu bendahara dulu untuk didata, tapi diperkirakan sekitar puluhan juta,” terangnya.

Lebih lanjut Sumiarno mengatakan, insiden itu telah dilaporkan ke pihak kepolisian, untuk diselidiki.

Salah seorang anggota Satpol-PP Koltim yang enggan dikorankan namanya menyebut, ada empat orang yang mendapat tugas jaga malam itu, yakni berasal dari regu II. Namun, dua orang lainnya, Muhammad Asran dan Suci A Ibrahim tidak melaksanakan tugas.

“Saat malam kejadian, anggota Pol-PP yang piket empat orang, semua dari regu II. Namun mereka (Muhammad Asran dan Suci A Ibrahim) tidak ada di tempat penjagaan, mereka pulang saat masih jam jaga,” terangnya. (k/b/kas)

To Top