Kasuistika

Berkas Istri Mantan Kepala BKD Bombana P-21

KENDARI, BKK – Berkas salah seorang tersangka kasus dugaan gratifikasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) K-I dan K-II Bomaban 2013, telah disimpulkan lengkap (P-21) oleh pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sulawesi Tenggara (Sultra).

Adalah berkas tersangka Samsuriati yang tidak lain istri terpidana mantan Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bombana Muhamma Ridwan. Dalam waktu dekat, penyidik Kejati Sultra akan melimpahkan tersangka berikut barang bukti (tahap II) ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Baubau untuk disidangkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Kendari.

“Berkasnya sudah P-21 dan akan segera kami limpahkan ke Kejari Baubau. Karena, lokus (lokasi kasus) terjadi di Bombana yang masuk dalam wilayah hukum Kejari Baubau,” terang Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Hubungan Masyarakat (Kasipenkumhumas) Kejati Sultra Janes Mamangkey SH saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (1/8).

Janes menjelaskan, sebelumnya berkas perkara Samsuriati sempat nolak-balik dari penyidik Kepolisian Daerah (Polda) Sultra ke penyidik kejati. Namun, pada akhirnya dinyatakan P-21.

Dibeberkan, Samsuriati turut membatu suaminya mengumpulkan sejumlah uang, sehingga dijerat Pasal 2 dan Pasal 3 jo Pasal 18 dan Pasal 55 Undang-Undang (UU) Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dan ditambah ke dalam UU Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor), dengan ancaman pidana lima tahun penjara.

Janes menambahkan, pihaknya belum melakukan penunjukan jaksa penuntut umum (JPU), karena masih berkoordinasi dengan pihak Kejari Baubau.

“JPU-nya belum ditunjuk, masi dikoordinasikan dengan pihak Kejari Baubau,” tuturnya.

Saat dikonfirmasi mengenai satu tersangka lain yang ikut terlibat yakni Kepala Bidang (Kabid) Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) BKD Bombana Dr Arman, Janes menjelaskan, berkanya masih diteliti. Pasalnya, pihaknya baru menerima kembali berkas dari penyidik Polda Sultra.

“Kami masih sementara teliti, kan baru diserahkan lagi dari penyidik Polda beberapa hari lalu,” bilangnya.

Terpisah, saat dikonfirmasi melalui selulernya, Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsu) Kejari Baubau Hendra SH mengurai, pihaknya akan terus berkoordinasi dengan pihak Kejati Sultra atas pelimpahan berkas perkara Samsuriati.

“Kami belum menerima dan sampai hari ini masih menunggu pelimpahan tahap II,” singkatnya. (p5/c/kas)

To Top