Abu Hasan : Itu Sabotase untuk Ganggu Pemerintahan – Berita Kota Kendari
Headline

Abu Hasan : Itu Sabotase untuk Ganggu Pemerintahan

DARSO/BERITA KOTA KENDARI KOBARAN api melalap Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Buton Utara, Senin (1/8) dinihari.

DARSO/BERITA KOTA KENDARI
KOBARAN api melalap Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Buton Utara, Senin (1/8) dinihari.

BURANGA, BKK– Bupati Buton Utara Abu Hasan tak bisa menyembunyikan kekesalannya, saat meninjau Kantor Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah yang terbakar pada Senin (1/8) dinihari. Apalagi, kebakaran itu tidak hanya melanda fasilitas kantor, namun juga ikut memusnahkan arsip-arsip keuangan yang sangat penting.

Abu Hasan pun menegaskan, yang terjadi bukanlah kebakaran, namun pembakaran. Dia menuding ada pihak yang mencoba menciptakan gangguan pada pemerintahan yang sedang berjalan.
“Kita semua tahu bahwa BPKAD itu urat nadinya pemerintah. Semua keuangan dikendalikan di sini. Motif pelaku jelas ingin mengganggu pemerintahan. Ini kerja-kerja sabotase,” kata Abu Hasan di sela-sela peninjauannya. Dia tampak ditemani beberapa kepala Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
Dia menjelaskan, pemerintah saat ini tengah memasuki masa pembahasan APBD Perubahan Butur 2016. Kejadian ini jelas sangat mengganggu agenda pembahasan RAPBD P tersebut.
“Sentralnya ada di BPKAD. Persiapan anggaran perubahan dan finalisasi RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah), semua diselesaikan di sini. Benar-benar kejadian yang sangat fatal bagi kita,” ujarnya dengan mimik marah.
Menurut bupati, selama ini BPKAD sudah menjalankan tugasnya dengan baik. Karena itu, dia menduga ada pihak yang tidak senang dengan pencapaian BPKAD. Dia juga menganggap aksi itu sebagai bentuk teror kepada petugas BPKAD.
Untuk itu, dia meminta seluruh aparat pemerintah untuk menyatukan barisan. Semua harus bekerja keras untuk mengembalikan arsip keuangan yang hilang terbakar.
Bupati juga meminta agar Polisi Pamong Praja semakin memperketat pengawasannya. “Satpol PP harus patroli siang malam 1 x 24 jam. Jangan lagi ada peristiwa seperti ini,” katanya.
Aparat kepolisian juga diminta untuk mengusut kasus tersebut sampai tuntas. “Penegak hukum harus bekerja profesional, mengungkap motif ini dan menangkap pelakunya. Kami ingin pelakunya dihukum seberat-beratnya karena aksi ini sudah sangat merugikan pemerintah,” katanya.
Kebakaran di Kantor BPKAD Butur baru diketahui pada pukul 01.00, Senin (1/8). Tak ada yang tahu dari mana munculnya api karena saat itu memang tidak ada yang berada di sekitar lokasi. Dua petugas Satpol PP yang biasanya tugas jaga, tidak berada di tempat.
Kapolsek Kulisusu, Kompol Rahman Dundu Regasa mengatakan peristiwa itu masih didalami. Saat ini, pihaknya masih memeriksa dua petugas Satpol PP yang harusnya bertugas menjaga kantor itu.
Dari keterangan dua Satpol PP  itu, mereka mengaku meninggalkan kantor BPKAD menuju ke Kantor Bupati Butur yang jaraknya sekitar 200 meter. “Kata mereka mau temui temannya di sana,” katanya.
Namun keduanya tak lama di Kantor Bupati Butur. Setelah berbincang-bincang, mereka pun berniat kembali ke kantor BPKAD. “Nah, dalam perjalanan pulangnya itu, saat mendekati kantor BPKAD tempat piketnya, mereka mendengar suara ledakan, dan seketika itu api terlihat membakar gedung. mereka langsung menghubungi pemadam kebakaran dan informasi itu langsung termonitoring oleh kami,” katanya.
Dikonfirmasi terpisah, Kepala BPKAD Butur, Laode Siam SE mengatakan, peristiwa itu menimbulkan kerugian tidak kurang dari Rp 2 miliar. “Sementara ini kita masih taksir. Tapi kalau hitungan-hitungan saya, kerugiannya sekitar 2 miliar lebih karena gedungnya saja 1,6 miliar, tambah isi di dalamnya,” pungkas dia.
Siam tidak membantah jika dokumen keuangan ikut terbakar. Dia menyebutkan, dokumen keuangan itu ada yang sejak tahun 2011 hingga 2016. Namun menurutnya, hal itu tak jadi masalah.
Pasalnya, pihaknya masih bisa mendapatkan salinannya di Bank Sultra. “Kita segera berkonsultasi dengan Bank Sultra terkait arsip dokumen-dokumen itu,” katanya.
Informasi yang diperoleh Berita Kota Kendari, kobaran api baru bisa dijinakkan sekitar pukul 03.30 Wita. Beruntung, kebakaran tidak sempat menyebar ke gedung-gedung lainnya.
Petugas pemadam kebakaran hanya menurunkan 1 unit armadanya. Mereka bekerja sampai siang. (k5/b/aha)

To Top