Polisi Redam Demo, Pleno Penetapan Berjalan Lancar – Berita Kota Kendari
Headline

Polisi Redam Demo, Pleno Penetapan Berjalan Lancar

Wa Ode Fitri/BKK

Wa Ode Fitri/BKK

RAHA, BKK- Di tengah musibah kebakaran yang melanda dua komisionernya serta aksi unjuk rasa dari massa Dokter Pilihanku, acara pleno penetapan Bupati dan Wakil Bupati Muna, tetap berjalan lancar. Tepat pukul 16.45 Wita, Ketua KPU Muna LM Amin Rambega mengetuk palu yang menandakan resminya status LM Rusman Emba – Malik Ditu (Rumah Kita) sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna terpilih.
Turut hadir dalam pleno tersebut Pj Bupati Muna, Zayat Kaimoeddin, Kapolres Muna AKBP Yudith Satria  S Hananta, Dandim 1416/Muna Kolonel (Arh) Hendra, Kejari Muna diwakili Kasi Intel La Ode Abdul Sofian, Bawaslu Sultra yang diwakili Anshari, Pj serta perwakilan.
Hadir pula pasangan calon Bupati terpiih LM Rusman Emba, Ketua Tim Pemenangan Rumah Kita, La Ode Rifai bersama sejumlah timses lainya seperti Marshudi dan Ishak Salim. Sedangkan tim dari nomor urut dua diwakili Baharuddin. Tim Paslon nomor urut tiga 3 diwakili Rayu Walendo dan Husein Ely, SH.
Dalam sambutannya, Amin Rambega mengatakan pleno tersebut merupakan perintah dari Mahkamah Konstitusi yang dijalankan oleh KPU Muna. “KPU Muna hanya menjalankan perintah MK. Allah yang menentukan segalanya. Mari kita kembali jernihkan pikiran. Saya bertugas ini ibarat menjunjung langit. Anak , istri saya syok karena rumah kami sempat terbakar tadi malam,” kata Amin sapaan akrab Ketua KPU Muna ini.
Amin juga menyampaikan terimakasih  pada Kapolres Muna, Dandim 1416 Muna dan semua pihak yang telah mengawal Pilkada di Kabupaten Muna hingga sampai di penghujungnya.
Usai mengetuk palu sidang, KPU Muna langsung menyerakan berita acara penetapan Bupati dan Wakil Bupati Muna kepada masing-masing pihak. Hanya kubu Dokter Pilihanku yang tidak menerima karena perwakilan mereka, Kaharudin Jalil, Rayu Walendo dan Husein Ely, meninggalkan KPU Muna sebelum acara pleno berakhir.
Acara pleno diakhiri dengan salam-salaman dan foto bersama seluruh komisioner KPU Muna bersama Bupati terpilih LM Rusman Emba, ST dan para Muspida serta Bawaslu Sultra.

Polisi Terluka

Saat pleno berlangsung, ratusan massa pendukung Dokter Pilihanku yang mayoritas perempuan menggelar aksi demo di depan jalan masuk Kantor KPU Muna. Dalam orasinya, massa Dokpil yang dipimpin Iksan menolak keras hasil pleno KPU Muna yang menetapkan LM Rusman Emba – Malik Ditu sebagai Bupati dan Wakil Bupati Muna terpilih tahun 2015.
“Kami tidak ingin ada pemimpin yang merampok dan mencuri hak orang lain. Tolong polisi jangan tempatkan Anda sebagai preman ya. Anda pelindung dan pengayom masyarakat. Yang datang ini adalah rakyat Muna,” kata Iksan.
Namun di sela sela aksi orasi ini, tiba-tiba saja sebatang kayu melayang dari arah kerumunan massa ke arah pasukan keamanan. Kayu tersebut mengenai kepala Brigadir Hendrawan, anggota Polres Muna, hingga menyebabkan luka. Korban kemudian dilarikan ke RSUD Raha.
Sekitar pukul 17.00, massa yang sudah beraksi sejak siang itu akhirnya mencoba memaksa masuk ke KPU Muna. Bongkahan-bongkahan batu dan kayu terlihat melayang ke udara, mengarah pada pasukan pengamanan.
Aparat pun terpaksa gar air mata dan semprotan air dari water canon untuk menghalau massa. Upaya itu berhasil. Massa yang awalnya hendak menerobos masuk langsung kocar-kacir.

AKBP Yudith S Hananta SIK mengatakan, rapat pleno tersebut dikawal oleh 600 aparat gabungan dan didukung kendaraan antihuru-hara.

Disambut Bak Pahlawan

Terbalik dengan kondisi di area KPU Muna, suasana yang penuh kebahagiaan dan keharuan menyelimuti kedatangan Bupati Muna terpilih LM Rusman Emba bersama istrinya Yanti Setiyawati, di Pelabuhan Raha. Rusman dan rombongan tiba sekitar pukul 11.00 dengan menumpangi kapal cepat Ekpress Bahari 6E dari Kota Kendari.
Ribuan pendukung yang sudah menanti berjam-jam kemudian berebutan masuk ke pelabuhan saat mengetahui Rusman sudah tiba. Mereka meneriakkan nama Rusman dan di saat yang sama, sekelompok ibu melantunkan Salawat Badriyah.
Dari Pelabuhan Raha, Rusman kemudian diarak keliling kota Raha menggunakan mobil terbuka. Ribuan kendaraan yang ikut dibelakang memadati seluruh ruas jalan.
Rusman mengatakan perjuangan yang sesungguhnya yaitu membangun Muna, baru saja dimulai. Dia berharap seluruh lapisan masyarakat kembali bersatu.
“Putusan MK itu bersifat final dan mengikat. Sudah saatnya kita bersatu kembali untuk membangun Kabupaten Muna agar lebih baik. Jangan lagi ada pengkotak-kotakkan diantara kita. Insya Allah kami akan membangun Kabupaten Muna, sesuai dengan visi misi kami,” kata LM Rusman Emba setiba di posko tim pemenangan Rumah Kita, di Jl DR Sutomo, Raha. (cr1/a/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top