Tujuh Bulan Tak Gajian, Puluhan Honorer RSUD Butur Mogok Kerja – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Tujuh Bulan Tak Gajian, Puluhan Honorer RSUD Butur Mogok Kerja

Ilustrasi

Ilustrasi

BURANGA, BKK – Malang benar nasib puluhan tenaga honorer Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Buton Utara (Butur). Pasalnya, sudah tujuh bulan tak terima gaji lagi.

Protes atas hal itu, 64 tenaga medis melakukan mogok kerja. Mereka bersepakat untuk meninggalkan tugas yang diembannya sebelum Pemerintah Daerah (Pemda) setempat melalui RSUD membayar hak-hak mereka.

“Kami sudah tujuh bulan tidak mendapatkan honor. Padahal, tugas dan tanggung jawab pekerjaan kita lakukan, tapi dari bulan Januari sampai Juli ini belum terima gaji juga,” keluh salah seorang tenaga honorer RSUD Butur, Ady Try Wurjatmiko via pesan elektronik yang diterima awak media ini.

Karta dia, pihaknya melakukan langkah-langkah dengan mempertanyakan penyebab belum keluarnya gaji kepada direktur RSUD dan juga pada bagian Tata Usaha (TU). Dari direktur, terkesan tidak menggubris keluhan para tenaga medisnya itu. Kemudian, selanjutnya hal yang sama juga ditanyakan kepada kepala TU atas nama Irawati. Disitu, pihaknya mendapat jawaban yang sangat mengejutkan dan tak masuk akal.

Alasan dari Irawati, beber Ady bahwa SK sebanyak 64 orang tenaga honorer ini belum ditandatangani oleh Sekda Butur. Pasalnya, alas Irawati Sekda sering keluar daerah dan susah ditemui.

“Bu Irawati bilang begitu sama kami, alasan SK belum keluar karena sekda sering keluar daerah dan susah ditemui, makanya belum ditandatangani kita punya SK,” ujar Ady.

Ada yang aneh dengan jawaban dari kepala TU itu. Menurutnya, kalau memang Sekda belum tandatangan dengan alasan keluar daerah, tapi pertanyaan muncul kenapa instansi lain sudah selesai semua SKnya, sedangkan RSUD Butur belum keluar. “Anehnya instansi lain sudah keluar semua, tinggal kita yang digantung begini,” katanya.

Karena itu, sambung dia mulai hari Kamis (28/7) sebanyak 64 tenaga magang yang bertugas di UGD.Rawat Inap, Labolatorium Rekam Medik, Administrasi, Kebidanan, Poli, Apotik, Gizi dan Fisioterapi. “Sebentar sore kami akan menandatangani pernyataan mogok kerja. Mulai senin resminya, tapi mulai hari ini teman teman sudah tidak masuk kerja lagi,” tuturnya.

Tidak menutup kemungkinan, tegas Ady kedepannya akan melakukan langkah-langkah dengan mengadukan ke pihak legislatif atau pun akan mengambil jalur hukum, kalau memang pihak RSUD belum juga mengusahakan SK dan membayar honor mereka.

“Tapi untuk sementara kami lakukan dulu mogok kerja, karena rata-rata bidang tugasnya kami sangat vital, pastinya pelayanan tidak akan maksimal,” imbuhnya.

Hingga berita ini dirilis, pihak RSUD khususnya Irawati belum bisa dikonfirmasi. (k5/c/jie)

To Top