Ratusan TKA China Gunakan Visa Kunjungan – Berita Kota Kendari
Headline

Ratusan TKA China Gunakan Visa Kunjungan

Rudinan/BKK Letehina SH

Rudinan/BKK
Letehina SH

KENDARI, BKK
Pihak Imigrasi Klas I Kendari akhirnya angkat bicara seputar kontroversial status ratusan Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang dipekerjakan di Morosi, Kabupaten Konawe.

Kepala Seksi (Kasi) Informasi dan Sarana Komunikasi (Infokom) Keimigrasian Imigrasi Klas I Kendari Letehina SH mengakui sebanyak 399 TKA asal China yang dipekerjakan oleh Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) itu masuk ke Kendari berbekal visa kunjungan. Namun sebagian besar diantaranya sudah dialihstatuskan visanya dari visa kunjungan menjadi Izin Tinggal Sementara (ITAS).
“Sudah ada 200 TKA yang sudah dialihstatuskan ke KITAS. Sisanya 119 orang masih menunggu pengurusan pengalihan statusnya di Jakarta,” kata Letehina kepada Berita Kota Kendari, Jumat (29/7).
Sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 32 Tahun 1994 tentang Visa, Izin Masuk, dan Izin Keimigrasian, para TKA yang akan mengalihstatuskan visa kunjungan ke KITAS harus terlebih dahulu mendapatkan Rencana Penggunaan Tenaga Kerja Asing (RPTKA) dan Izin Mempekerjakan Tenaga Asing (IMTA) dari Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kemenakertrans).
“Para TKA harus mempunyai RPTKA dan IMTA terlebih dahulu yang dikeluarkan dari Kemernakertrans di Jakarta. Setelah ada itu ada, baru kami keluarkan KITAS untuk para TKA,” kata Letehina.
Letehina tak bisa memastikan kapan pengalihstatusan itu akan rampung. Pihaknya masih menunggu kabar dari pihak yang memfasilitasi pengurusan tersebut.
Yang jelas, Kartu ITAS punya jangka tertentu. Jika sudah habis, tak bisa lagi diperpanjang. Bagi yang KITASnya sudah habis masa berlakunya, wajib dikembalikan ke negara asalnya.
“Karena berdasarkan kontrak dan peraturan perundang-undangan keimigrasian, mereka itu tidak bisa melakukan perpanjangan KITAS. Dan kami terus melakukan pemantauan kepada para TKA yang bekerja di VDNI,” bebernya.
Jika diketemukan ada TKA yang masih bekerja di VDNI namun KITAS mereka telah habis masa berlakunya, maka pihaknya tidak akan segan-segan melakukan tindakan hukum sesuai dengan aturan yang berlaku. “Kalau memang ada maka kami akan langsung melakukan deportasi,” tegasnya.
Dia juga menambahkan, jumlah TKA di Morosi bisa saja berubah. Bisa bertambah atau berkurang, sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
“Jadi 319 TKA yang bekerja di VDNI, sekali-sekali akan berubah jumlahnya. Karena VDNI akan terus merombak jumlah tenaga kerjanya sesuai kebutuhan jumlah pekerjaan,” katanya.
Manajemen VDNI sendiri, tambahnya, sudah punya perencanaan untuk kelanjutan dari pembangunan smelter sampai akhir tahun 2016. Namun ada satu pekerjaan yang masih sulit terselesaikan.
“Dulu kan pekerjaan itu sempat terhenti selama delapan bulan, tetapi kontrak tetap berjalan. Jadi di situ beratnya mereka” tuturnya. (p5/b/aha)

Click to comment
To Top