Polda Didesak Tuntaskan Kasus CPNS Bombana – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Polda Didesak Tuntaskan Kasus CPNS Bombana

Puluhan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi mendesak Polda Sultra menangkap Bupati Bombana dan Ketua DPRD Bombana.(F:KASMAN/BKK)

Puluhan mahasiswa melakukan aksi demonstrasi mendesak Polda Sultra menangkap Bupati Bombana dan Ketua DPRD Bombana.(F:KASMAN/BKK)

KENDARI, BKK – Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) didesak menuntaskan kasus dugaan gratifikasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) K-I dan K-II Kabupaten Bombana 2013 yang melibatkan bupati dan ketua beberapa oknum pejabat.

Dorongan itu datang dari puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Pemuda Merah Putih Sulawesi Tenggara saat melakukan aksi demonstrasi ke Mapolda Sultra, Kamis (28/7).

Pantauan Berita Kota Kendari (BKK), mahasiswa asal Bombana ini merasa bingung dengan sikap pihak Polda Sultra yang sampai saat ini belum menuntaskan kasus gratifikasi sebesar Rp 12 miliar tersebut.

“Saya juga bingung, sampai hari ini penyidik Polda Sultra belum menuntaskan kasus ini,” teriak salah seorang mahasiswa dalam orasinya.

Menurut mereka, seharusnya beberapa oknum yang terlibat sudah harus ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan. Namun, pada kenyataannya oknum-oknum pejabat yang dinilai terlibat masih berkeliaran bebas.

Di antaranya, Kepala Bidang (Kabid) Perencanaan dan Pengadaan Pegawai pada Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bombana Sarula.

Teranyar, sebut mereka, Dr Arman Zainuddin yang nyata-nyata telah ditetapkan sebagai tersangka belum juga ditahan. Bahkan, berkas perkara Dr Arman yang kini menjabat sebagai salah satu Kepala Bidang (Kabid) di Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Bombana tak kunjung diperbaiki penyidik polda, usai dinyatakan belum lengkapa atau P-19 oleh Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sultra.

Mahasiswa menuding, penyidik terkesan sengaja memperlambat kasus tersebut. Karena tuding mereka, nama-nama tersebut mempunyai uang yang cukup banyak.

“Seharusnya penyidik polda sudah menangkap nama-nama yang disebut terlibat ini, apa karena mereka mempunyai finansial yang besar. ,” tandas seorang orator di atas mobil bak terbuka yang memuat pengeras suara.

“Kami meminta kapolda menyelesaikan kasus ini, jika tidak kami akan melapor ke Mabespolri (Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia),” ancamnya.

Ada lima poin tuntutan yang dilayangkan, di antaranya mendesak Polda Sultra untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan lanjutan secara konsisten dan bertanggung jawab, berkait keterlibatan beberap pejabat.

Lalu, meminta Polda Sultra menetapkan tersangka nama-nama yang disebut terlibat, meminta berkas Dr Arman Zainuddin secepatnya dilengkapi, dan menahannya. Dan terakhir, jika dalam waktu 3×24 jam tidak memenuhi tuntan itu, maka mereka akan melakukan aksi unjuk rasa dengan massa yang lebih besar ke Mabespolri.

Usai berorasi, mereka langusng diarahkan bertemu dengan penyidik Sudit III Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sultra. 10 perwakilan massa ditemui langsung penyidik yang menangani kasus CPNS K-I dan K-II Bombana, yakni Inspektur Polisi Dua (Ipda) Agustinus dan Ipda Juwanto.

Di depan perwakilan massa, Ipda Juwanto mengatakan, kasus itu masih berjalan. Sementara, berkas Dr Arman sedang dilengkapi.

“Kasusnya masih lanjut. Untuk berkas Dr Arman kami masih lengkapi,” kata Juwanto. (kas)

To Top