Jaksa Akan Eksekusi Mantan Kepala BPN Muna – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Jaksa Akan Eksekusi Mantan Kepala BPN Muna

Ilustrasi

Ilustrasi

RAHA, BKK – Mantan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Muna, Arifin dipastikan segera meringkuk dalam penjara. Pasalnya, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Muna berjanji akan mengekusinya dalam waktu dekat ini.

Selain Arifin, terpidana lain dalam perkara korupsi proyek pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) ini adalah mantan Kepala Desa Lasunapa, La Ode Mbirita. Jaksa akan melakukan eksekusi, setelah menerima putusan Mahkama Agung (MA) RI tanggal 10 Juni 2016, atas kasasi yang diajukan kedua terpidana.

Dalam putusan kasasi di MA, hukuman keduanya menjadi lebih berat dari putusan pengadilan tingkat pertama dan kedua. Yakni, Arifin akan menjalani hidup di hotel prodeo selama enam tahun, sementara La Ode Mbirita sedikit lebih lama, yaitu delapan tahun penjara.

“Kami siap melaksanakan putusan MA itu. Kita siap melaksankan eksekusi terhadap kedua terpidana (Arifin dan La Ode Mbirita, red),” tegas Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Muna Badrut Tamam SH MH, Kamis (28/7).

Badrut menjelaskan, dalam putusan majelis halim Pengadilan Tindak Pidan Korupsi (Tipikor) Kendari, Arifin divonis tiga tahun penjara, denda Rp 150 juta, dan bisa diganti dengan hukuman badan (subsider) lima bulan pidana penjara. Pada tingkat banding di Pengadilan Tinggi (PT) Sulawesi Tenggara (Sultra), Arifin diringankan hukumannya menjadi dua tahun tahun panjar, denda Rp 50 juta, subsider tiga bulan pidana penjara.

Namun, pada tingkat kasasi di MA, hukuman Arifin diperberat menjadi enam tahun penjara, denda Rp 200 juta subsider enam bulan penjara. Bahkan, Arifin disuruh mengganti uang kerugian negara sebesar Rp 313 juta subsider satu tahun penjara.

Sedang, La Ode Mbirita, pada Pengadilan Tipikor Kendari divonis tiga tahun penjara, denda Rp 1.380.776.000 atau Rp 1,3 miliar, subsider 10 bulan penjara.

Sebenarnya, kata Badrut, hanya Arifin yang mencari keadilan hingga tingkat kasasi. Namun, karena kasusnya satu paket dengan Arifin, sehingga La Ode Mbirita ikut dijatuhi vonis.

Pada tingkat banding, La Ode Mbirita hukumannya tetap tiga tahun penjara, dan hanya mendapat peringanan denda, yakni dari Rp 1,3 miliar turun menjadi Rp 150 juta subsider lima bulan pidana penjara.

Pada tingkat kasasi, La Ode Mbirita divonis delapan tahun pidana penjara, denda Rp 200 juta sumsider enam bulan pidana penjara. Kemudian, dibebankan menbayar uang pengganti Rp 313 juta subsider satu tahun penjara. Kemudian denda Rp 1.380.776.000, subsider 1 tahun pidana penjara.

“Saat ini kami masih meneliti putusan MA ini. Putusan MA bernomor 77K./ Pid.Sus/2016 tanggal 30 Maret 2016, dan kami terima 10 Juni 2016. Kedua terpidana ini akan kami eksekusi,” tuntas Badrud. (cr1/b/kas)

To Top