Bupati Konawe Minta Nur Alam Diundang Pelantikan – Berita Kota Kendari
Suksesi

Bupati Konawe Minta Nur Alam Diundang Pelantikan

Kery Syaiful Konggoasa

Kery Syaiful Konggoasa

KENDARI, BKK – Ketua Harian Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Tenggara (Sultra) Kery Syaiful Konggoasa berharap agar Nur Alam diundang dalam pelantikan pengurus DPW PAN Sultra yang baru di Baubau, 3 Agustus 2016 mendatang.

“Saya rasa, apakah Nur Alam diundang atau tidak itu saya tidak tahu. Tapi, Nur Alam harus diundang secara etika. Kebesaran partai ini, tidak terlepas dari keberhasilan Nur Alam,” terang Keru saat ditemui di Kantor Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sultra, Kamis (28/7).

Menurtu Kery, prestasi yang diperoleh PAN mulai dari melahirkan kader memimpin lembaga eksekutif dan legislatif, tidak terlepas dari tangan dingin Nur Alam memimpin partai tersebut.

“Saya dapat WTP juga karena peran Nur Alam,” katanya.
Sebelumnya, Nur Alam menegaskan akan keluar dari partai berlambang matahari terbit itu. Hal ini, dibantah oleh Kery. Menurut Bupati Konawe ini, dirinya juga sempat melontarkan akan mundur dari PAN.

“Saya pun bicara begitu. Tapi, kan mundurnya bagaimana dulu. Nanti waktu yang menjawab,” jelasnya.

Kery mengaku, pernyataan mundur itu jangan ditafsirkan keluar secara otomatis dari PAN. Dia tidak mungkin keluar dari partai, karena sudah terlanjur membesarkannya.

“Tidak juga mundur. Kita setengah mati kerja, mau mundur. Nanti saatnya ada. Masa kita mundur orang lain yang nikmati,” ujarnya.

Setelah menyatakan mundur dari PAN, Nur Alam gencar menyinggung politik dinasti yang terjadi di Sultra. Hanya saja, Nur Alam tidak menyebutkan langsung siapa pemimpin yang mengusung politik dinasti ini.

Oleh Kery, tidak ada namanya politik dinasti. Walaupun seorang kepala daerah berupaya mendorong keluarganya untuk menjadi pemimpin selanjutnya, jika tidak didukung masyarakat, maka tidak ada gunanya.

“Biar dinasti, kalau bukan kehendak mahakuasa dan masyarakat tidak mungkin juga menang. Sekarang kohebat, nanti hari H ditentukan. Nanti saat terpilih baru dikatakan dinasti. Biar buat apa, kalau tidak dikehendaki masyarakat dan Allah SWT tidak ada gunanya,” tuturnya. (pas)

 

Click to comment
To Top