BPS Sultra : Impor Mei Naik, Ekspor Turun – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

BPS Sultra : Impor Mei Naik, Ekspor Turun

IST ESKPOR TURUN. Nilai dan volume ekspor Sultra pada Mei ini hanya mencapai USD 12,86 juta atau mengalami penurunan hingga 45,32 persen. Ekspor dari Sultra salah satunya adalah ikan dan udang.

IST
ESKPOR TURUN. Nilai dan volume ekspor Sultra pada Mei ini hanya mencapai USD 12,86 juta atau mengalami penurunan hingga 45,32 persen. Ekspor dari Sultra salah satunya adalah ikan dan udang.

KENDARI, BKK
Nilai ekspor atau pengiriman barang dari Sulawesi Tenggara (Sultra) keluar pada Mei 2016 mengalami penurunan drastis hingga 45,32 persen jika dibandingkan periode April. Sebaliknya, nilai impor atau kedatangan barang dari luar pada periode Mei justru melonjak 75,05 persen.

Kepala Badan Pusat Statistik Sultra, Atqo Mardianto M Si menjelaskan, nilai ekspor Sultra pada Mei hanya mencapai USD 12,86 juta. Padahal pada April 2016, nilai ekspor tercatat sebesar USD 23,52 juta.
“Jadi ada penurunan nilai dengan persentase hingga 45 persen lebih untuk ekspor pada Mei,” kata Atqo saat ditemui di ruang kerjanya, Kamis (28/7).
Selain nilainya, volume ekspor juga mengalami penurunan drastis. Pada Mei 2016, produk yang diekspor hanya tercatat 6,34 ribu ton. Sementara volume ekspor pada April mencapai 65,66 ribu ton atau mengalami penurunan hingga 90,34 persen.
Jika dihitung selama periode Januari – Mei 2016, total ekspor dari Sultra senilai USD 67,05 juta. Nilai ekspor juga mengalami penurunan hingga 37,52 persen pada periode yang sama tahun lalu.
Ekspor dari Sultra 89.09 persen didominasi oleh produk tambang seperti besi dan baja dengan nilai USD 59,73 juta. Sisanya adalah produk kelautan seperti udang dan ikan sebesar USD 4,79 juta atau 7,15 persen.
Adapun negara tujuan ekspor terbesar adalah Korea Selatan dengan nilai USD 34,11 juta atau 50,88 persen. Menyusul berturut-turut India USD 15,72 juta (23,45 persen) dan Tiongkok sebesar USD 12,72 juta (18,97 persen).
Adapun nilai dan volume impor sebaliknya. Nilai impor atau arus barang masuk ke Sulawesi Tenggara pada bulan Mei 2016 tercatat USD 49,82 juta atau mengalami peningkatan sebesar 75,05 persen, dibanding impor pada April 2016 yang tercatat US$ 28,46 juta.
“Ada kenaikan impor 75,05 persen dibandingkan nilai impor April yang tercatat US$ 28,46 juta,” ujarnya.
Volume impor pada Mei 2016 tercatat 65,70 ribu ton atau mengalami peningkatan sebesar 63,31 persen dibanding impor April 2016 sebesar 40,23 ribu ton.
Impor barang ke Sultra, 61,19 persen didominasi oleh bahan bakar mineral dengan nilai USD 88,86 juta. Impor lainnya adalah mesin dan pesawat mekanik sebesar USD 26,07 atau 17,96 persen.
Pengimpor terbesar berasal dari Tiongkok dengan nilai USD 48,76 juta atau 33,58 persen. Menyusul Singapura dengan nilai USD 44,61 juta (53,61 persen) dan Finlandia sebesar USD 10,35 juta (7,13 persen).
Tingginya nilai impor dibandingkan ekspor pada Mei ini membuat neraca perdagangan mengalami defisit hingga USD 36,96 juta. Jika diakumulasi sejak awal tahun, neraca perdagangan Januari – Mei 2016 mengalami defisit USD 78,17 juta.
“Kami berharap agar nilai ekspor maupun impor Sultra terus menunjukan peningkatan agar seimbang neraca perdagangan,” imbuhnya (m3/b/aha)

Click to comment
To Top