Banyak TKA di Konawe, Kery Tak Mau Sewot – Berita Kota Kendari
Beranda

Banyak TKA di Konawe, Kery Tak Mau Sewot

Ilustrasi. Banyaknya tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di megaindustri tambang di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe, tidak mengusik pendengaran Bupati Konawe Kery Syaiful Konggoasa.

Ilustrasi. Banyaknya tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di megaindustri tambang di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe, tidak mengusik pendengaran Bupati Konawe Kery Syaiful Konggoasa.

KENDARI, BKK – Banyaknya tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di megaindustri tambang di Kecamatan Morosi Kabupaten Konawe, tidak mengusik pendengaran Bupati Konawe Kery Syaiful Konggoasa.

Menurut dia, tenaga kerja asing yang masuk itu melalui jalur resmi, bukan ilegal.

“Mereka itu tenaga kerja resmi. Kenapa saya katakan demikian, karena mereka datang di Konawe tidak naik perahu. Mereka datang naik pesawat,” terang Kery saat ditemui usai menerima laporan hasil pemeriksaan (LHP) keuangan Pemkab Konawe di Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Perwakilan Sulawesi Tenggara (Sultra), Kamis (28/.7).

Kery menyebut, setiap TKA yang melewati pesawat sudah pasti mengantongi dokumen yang lengkap.

“Namanya mereka pasti tercatat di pesawat. Saya saja Kery kalau ganti nama tidak bisa,” katanya.

Ia melanjutkan, keberadaan pekerja asing ini bukan berarti mengabaikan hak masyarakat lokal untuk bekerja. Menurutnya, para pekerja asing sengaja didatangkan untuk mengerjakan hal teknis tentang pembangunan smelter di Morosi.

“Tidak ada masalah sebenarnya. Hanya orang luar. Saya katakan kepada mereka, bupati saja tidak sewot,” ujarnya.

Sebagai bupati, papar Kery, pihaknya akan tetap mendukung pembangunan smelter di Morosi. Hanya saja, kata dia, kewenagannya saat ini telah diambil alih provinsi sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014.

“Sekarang kewenangan ada di provinsi. Tapi, kita tetap akan mendukungnya,” jelasnya.

Kery mengaku, banyaknya TKA yang masuk melalui Sultra tidak semua dipekerjakan di Morosi. Menurutnya, Sultra khususnya Konawe, hanya sebagai tempat transit para TKA yang menuju Morowali Sulawesi Tengah.

“Saya kemarin di bandara lihat banyak tenaga kerja asing. Ternyata, mereka hanya lewat di sini untuk pergi ke Morowali,” paparnya.

Politikus Partai Amanat Nasional (PAN) ini menyebut, TKA yang bekerja di Morosi, jumlahnya mencapai 400 orang.

Saat ini, kata dia, pembangunan smelter masih di bawah tanggung jawab PT Konawe Putra Propertindo (KPP). Soal adanya PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) yang ikut menangani pembangunan smelter, Kery menyebut masih dalam kerjasama KPP.

“Kemungkinan, ada lima perusahaan lagi yang akan datang menangani di Morosi. Saya tidak tahu hubungan Virtu dan KPP. Itu urusan mereka,” sebutnya. (pas/jie)

To Top