Bahagianya Kery Sandingkan Adipura dan WTP – Berita Kota Kendari
Headline

Bahagianya Kery Sandingkan Adipura dan WTP

KENDARI, BKK – Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa tengah berbahagia. Usai mendapatkan penghargaan Adipura Buana yang pertama kalinya, kali ini Pemkab Konawe kembali mendapat penghargaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Perwakilan Sultra.
Berkat laporan keuangan yang apik, Pemkab Konawe untuk pertama kalinya diganjar dengan penghargaan Opini Wajar Tanpa Pengecualian. Penghargaan di bidang adminsitrasi pengelolaan keuangan ini juga pertama kali diraih Kery.
Didampingi Ketua DPRD Konawe Gusli Topan Sabara, Kery menerima langsung laporan hasil pemeriksaan (LHP) keuangan Pemkab Konawe 2015 dari Kepala BPK Provinsi Sultra Widyatmantoro, di Kantor BPK Perwakilan Sultra, Kamis (28/7).
Meski diganjar WTP, Widyatmantoro mengingatkan Pemkab masih harus meningkatkan kinerja pengelola keuangannya. Sebab BPK menemukan masih ada tujuh masalah yang patut menjadi perhatian.
Diantaranya, pengelolaan kas di Bendahara Pengeluaran pada Dinas Pendidikan belum tertib. Kedua, aplikasi V-Tax belum mendukung penyajian laporan keuangan Pemkab Konawe.
Ketiga, penatausahaan dan pelaporan persediaan belum tertib, keempat Pemkab Konawe belum memiliki sistem dan prosedur pelaporan dana BOS. Kelima, implementasi standar akuntansi pemerintahan berbasis aktual belum optimal. Keenam, realisasi belanja jasa konsultansi belum sesuai ketentuan. Dan ketujuh, proses pengadaan barang atau jasa melalui pengadaan langsung belum sesuai ketentuan.
Menanggapi hal tersebut, Kery menyatakan pihaknya siap segera memperbaiki tujuh poin yang jadi penekanan BPK. Tapi pada dasarnya, kata Kery, pengelolaan keuangan di Pemkab Konawe sudah jauh lebih baik.
“Capaian WTP ini intinya menjalankan aturan sesuai perundang-undangan. Mulai dari proses pencairan keuangan kita tertibkan semua,” jelas Kery.
Kery juga menyampaikan apresiasinya kepada seluruh jajarannya yang telah bekerja keras dalam memperbaiki administrasi keuangan. “Ini tidak terlepas dari kerja sama semua pihak. Kalau ada pincang satu dinas, maka tidak bisa raih WTP. Makanya harus kompak. Kita akan diskusi terus tentang aturan. Intinya, kunci ada pada pengawasan,” jelas Kery.
Menurut dia, sumber daya manusia (SDM) di Konawe sudah mendukung sehingga bisa meraih WTP. SDM di Sultra, sebut Kery, tidak kalah dibandingkan daerah Jawa.
“Tinggi kalori dalam tubuh kita ini 2.100 kalori. Kalau di Jawa hanya 117. Kenapa dia tinggi, karena jenis makanan bermacam-macam. Orang Sultra mampu bersaing apa lagi di pasar ekonomi Asean,” paparnya.
Dalam pengawasan terhadap SKPD, kata Kery, dia mempercayakannya kepada Inspektorat. Selama ini, pihaknya sudah tidak membolehkan lagi pejabat mengambil panjar dalam melakukan perjalanan.
“Sekarang, jalan dulu baru bayar. Kalau panjar, tidak dibenarkan dalam aturan,” tegasnya.
Dengan capaian WTP ini, kata Kery, akan menambah kepercayan diri Pemkab Konawe di mata masyarakat dan pemerintah pusat. “Selama ini, kita hanya raih WDP. Sekarang, kita sudah capai WTP untuk pertama kalinya sejak 54 tahun Konawe berdiri. Tidak gampang mendapatkan WTP dan tidak seperti membalikan telapak tangan,” jelasnya.
Untuk mempertahankan prestasi ini, lanjut Kery, seluruh rekomendasi BPK akan ditindaklanjuti. “Saya sudah sampaikan kepada kepala BPK bahwa malu saya kalau sekarang dapat WTP lalu dapat WDP. Kita akan upayakan terus mendapatkan WTP,” tekannya.
Ketua DPRD Konawe Gusli Topan Sabara menyatakan dewan ikut berperan dalam capaian WTP ini. Menurutnya, setiap rekomendasi BPK, dewan selalu mendesak agar Pemkab menindaklanjutinya.
“Kita berikan apresiasi atas prestasi ini. Konawe, baru kali ini bisa mendapatkan WTP. Ini prestasi yang DPRD sangat mengapresiasinya. Kami di DPRD terus memberikan dorongan agar rekomendasi BPK selalu ditindaklanjuti,” katanya. (pas/aha)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top