Kasuistika

Polisi Gelar Rekonstruksi Kasus Perampokan di Tugu Eks MTQ

Tersangka Ambang (berdiri memakai topeng) serta lima koran (duduk) memperagakan kasus perampokan di Tugu Eks MTQ Kendari. (F: ONO/BKK)

KENDARI, BKK – Kepolisian Resor (Polres) Kendari bersama dengan jaksa penuntut umum (JPU) kejaksaan negeri (kejari) merekonstruksi kasus perampokan yang terjadi di tugu eks MTQ.

Perampokan yang terjadi pada 27 Mei 2016 ini melibatkan Ambang dan almarhum Abdul Jalil Arkam yang tewas setelah ditangkap petugas Polres Kendari pada 6 Juni 2016.

Dalam kasus ini tersangka Ambang bersama lima orang korban yang terdiri dari dua wanita dan tiga lelaki memperagakan sedikitnya 20 adegan. Peran almarhum Jalil tak luput disebut dalam jalannya rekonstruksi.

Rekonstruksi ini berlangsung di salah satu ruang Mapolres Kendari, Rabu (27/7) sekira pukul 09.00 Wita.

Dari pantauan jurnalis koran ini yang menyaksikan pelaksanaan rekonstruksi, bermula dari para korban sedang menyaksikan pemandangan Kota Kendari dari atas tugu eks MTQ, tiba-tiba Ambang dan almarhum Jalil datang menghadang mereka.

Tersangka Ambang sempat bersikap romantis pada dua korban wanita yang masing-masing berinisial WU dan NL. Selanjutnya, para korban mulai menerima ancaman dari Ambang dan almarhum Jalil.

Mereke diancam dengan menggunakan barang tajam jenis badik, sambil menyuruh kelimanya untuk naik di lantai paling atas tugu. Kemudian, korban dipaksa untuk menyerahkan semua barang berharga mereka.

Karena takut, kelimanya tanpa berpikir panjang menyerahkan handphone (hp), kalung, kunci motor Suzuki Satria FU, serta uang tunai.

Bahkan, almarhum Jalil membawa salah NL turun dua lantai dari tempat semula. Sementara tiga lelaki, yakni SA, AK, dan HT, serta satu wanita masih berhadapan dengan Ambang di lantai paling atas tugu.

“Kamu mau aman atau mau saya lukai, kalau mau aman jangan coba-coba mengeluarkan suara sedit pun,” terang NL menirukan ancaman tersangka, semabari diamini korban lainnya.

NL menambahkan, almarhum Jalil sempat menempelkan badiknya pada bagian dada yang dilakukan secara sengaja.

“Saya tidak diapa-apakan (dilecehkan, red) oleh dia,” akunya.

“Ambang yang memaksa menyerahkan barang-bang, sementara Jalil mengumpulkannya dalam tas,” kata korban SA.

Setelah itu, keduanya pergi meninggalkan para korban, dengan membawa barang-barang milik korban.

Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaurbin-Ops) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kendari Inspektur Polisi Satu (Iptu) Abdul Haris mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan penyelidikan mencari keberadaan barang bukti motor yang dijual tersangka Ambang. Dan, beber dia, berkas tahap satu telah dilimpahkan ke Kejari Kendari.

“Berkasnya sudah kali limpahkan dan sementara diteliti. JPU meminta untuk rekonstruksiada. Ada 20 adegan yang diperagakan,” terang Haris.

Di tempat sama, JPU Kejari Kendari Muhammad Jufri Tabah mengakui, bahwa pihaknya lah yang meminta dilakukan rekonstruksi. Alasannya, berkas perkara masih ada yang belum jelas.

“Untuk memperjelas digelarlah rekontruksi, untuk memperjelas kejadian yang sesuai dengan aslinya, dan berkasnya masih tahap P-19 (belum lengkap),” tutur Jufri kepada beberapa awak media. (p4/b/kas)

To Top