Pasar Murah Bulog Sultra Terus Berlanjut – Berita Kota Kendari
Bisnis & Ekonomi

Pasar Murah Bulog Sultra Terus Berlanjut

AYO BELANJA DI BULOG. Kepala Bulog Divre Sultra, La Ode Ami Jaya Kamaluddin menunjukkan salah satu stan di arena pasar murah, di halaman Kantor Bulog Divre Sultra, Rabu (27/7).

AYO BELANJA DI BULOG. Kepala Bulog Divre Sultra, La Ode Ami Jaya Kamaluddin menunjukkan salah satu stan di arena pasar
murah, di halaman Kantor Bulog Divre Sultra, Rabu (27/7).

KENDARI, BKK
Badan Urusan Logistik Devisi Regional Sulawesi Tenggara ternyata masih melanjutkan pasar murah.

Pasar murah yang dibuat sederhana itu digelar di halaman Kantor Bulog Divre Sultra, Jl Abdullah Silondae, Kendari. Produk yang dijual rata-rata merupakan kebutuhan pokok, terutama beras, gula pasir, minyak goreng, bawang dan lainnya.
Kepala Bulog Divre Sultra, La Ode Ami Jaya Kamaluddin menjelaskan, pasar murah bertujuan menetralisasi harga di pasaran. Selain itu, pasar murah juga digelar karena merupakan instruksi langsung dari Presiden RI, Joko Widodo kepada seluruh Bulog Divre se Indonesia.
“Selama harga di pasaran masih tinggi, maka kita akan terus menggelar pasar murah,” kata Ami Jaya Kamaluddin kepada Berita Kota Kendari, Rabu (27/7).
Dia juga menyatakan, pasar murah tidak berarti Bulog sedang berbisnis. Sebagai Badan Usaha Milik Negara, misi utama Bulog adalah membantu masyarakat memenuhi kebutuhannya, dalam hal ini kebutuhan pangan.
“Kita memang tetap dibebankan profit. Tapi untuk pasar murah, bukan itu tujuan utamanya. Memang ada untung, tapi tidak terlalu besar. Pasar murah ini juga hanya ketika harga di pasaran tinggi. Kalau sudah kembali normal, pasar murahnya juga berhenti,” paparnya.
Ami Jaya melanjutkan, di pasar murah itu, harga produk yang ditawarkan Bulog lebih rendah. Misalkan untuk gula pasir, hanya dijual Rp 15.000 per kilogram. Sementara harga di pasaran saat ini masih mencapai Rp 18.000 per kg.
Untuk bawang putih dijual Rp 38.000 per kg, lebih murah dari harga pasaran Rp 45.000 per kg. Begitu juga dengan minyak goreng kemasan, dijual murah Rp 11.000 per liter. Sedangkan harga minyak goreng di pasar rata-rata Rp 15.000 per liter.
Adapun beras, harganya beragam sesuai kualitasnya. Untuk beras Cap Anoa, harga perkarungnya yang 10 kg, Rp 110.000. Beras super Rp 95.000 per 10 kg.
Pasar murah ini rencananya akan digelar hingga akhir tahun ini. “Kita sekarang lagi tunggu stok gula karena itu yang paling cepat habis. Jika stok gula sudah ada maka akan dilakukan operasi pasar,” katanya.
Pihak Bulog juga akan melihat respons masyarakat. Jika peminatnya semakin banyak, Bulog pun akan menyiapkan lebih banyak lagi produk.
Sejauh ini, peminat pasar murah terus bertambah setiap harinya. Apalagi harga di pasar-pasar tradisional masih mempertahankan harga saat Ramadhan.
“Kita sebenarnya menargetkan 12 komoditi selain beras, gula pasir, minyak goreng dan bawang. Ada tambahan seperti tomat dan cabai. Namun itu akan kita lakukan secara bertahap,” katanya.
Ketua Kamar Dagang dan Industri Provinsi Sultra, La Mandi, mengatakan, keinginan Bulog untuk terus menggelar pasar murah sepanjang tahun ini patut didukung. Menurutnya, pasar murah selama ini sudah banyak menolong masyarakat yang khususnya ekonomi menengah ke bawah.
“Menurut saya pasar murah memang mesti sering dilakukan oleh pemerintah, agar masyarakat yang ekonominya menengah ke bawah bisa memenuhi kebutuhannya dengan baik, seperti orang-orang yang ekonomi ke atas,” ujarnya. (m3/b/aha)

Grafis

Beras Kepala : Rp 95.000 per 10 Kg
Beras Cap Anoa : Rp 110.000 per 10 Kg
Bawang putih : Rp 38.000 per Kg
Gula pasir : Rp 15.000 per Kg
Minyak goreng : Rp 11.000 per Liter

Sumber : Pasar Murah Bulog Divre Sultra

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top