KPU Sultra : Rumah Kita Sisa Tunggu Pelantikan – Berita Kota Kendari
Headline

KPU Sultra : Rumah Kita Sisa Tunggu Pelantikan

WA ODE FITRI/BKK EUFORIA DI MUNA. Para pendukung merayakan keputusan Mahkamah Konstitusi yang memenangkan pasangan LM Rusman Emba - Malik Ditu (Rumah Kita), di Raha, Kabupaten Muna, Rabu (27/7).

WA ODE FITRI/BKK EUFORIA DI MUNA. Para pendukung merayakan keputusan Mahkamah Konstitusi yang memenangkan pasangan LM Rusman Emba – Malik Ditu (Rumah Kita), di Raha, Kabupaten Muna, Rabu (27/7).

KENDARI, BKK
Drama sengketa Pemilihan Kepala Daerah Muna berakhir dengan keputusan Mahkamah Konstitusi yang pada Rabu (27/7), memenangkan pasangan LM Rusman Emba – Malik Ditu (Rumah Kita). KPU Sultra menyatakan pasangan tersebut tinggal menunggu pelantikan.

Dalam sidang terakhir yang dipimpin oleh Arief Hidayat selaku ketua merangkap anggota, MK dalam keputusannya memenangkan Rumah Kita dalam sengketa Pilkada Muna.
Setidaknya, ada lima catatan penting dalam putusan final MK tersebut. Pertama, mengabulkan permohonan pemohon untuk sebagian.
Kedua, menetapkan hasil perolehan suara yang benar dari masing-masing pasangan calon dalam pemungutan suara ulang untuk tiga TPS yaitu TPS 4 Kelurahan Raha I, TPS 4 Kelurahan Wamponiki Kecamatan Katobu dan TPS 1 Desa Marobo Kecamatan Marobo, pada Pemilihan Bupati dan Wakil  Bupati Kabupaten Muna Tahun 2015.
Di tiga TPS ini, pasangan calon nomor urut 1, LM Rusman Emba ST dan Ir H Abdul Malik Ditu MSi  memperoleh suara sebanyak 531 suara. Paslon nomor urut 2, Arwaha Ady Saputra-La Ode Samuna memperoleh 5 suara dan paslon nomor urut 3, dr H LM Baharuddin-La Pili mendapatkan 592 suara.
Pada putusan ketiga, MK mengakumulasi seluruh perolehan suara calon mulai dari Pilkada 9 Desember hingga pelaksanaan PSU jilid dua kemarin, dengan menetapkan hasil akhir perolehan suara dari masing-masing paslon. Paslon LM Rusman Emba-Abdul Malik Ditu mengumpulkan sebanyak 47.587  suara, paslon nomor urut 2 Arwaha Ady Saputra-La Ode Samuna sebanyak 5.382 suara dan paslon nomor urut 3, dr H LM Baharuddin-La Pili memperoleh 47.554 suara.
Dengan total raihan suara pada Pilkada 9 Desember, PSU Jilid I dan PSU Jilid II, pasangan LM Rusman Emba-Malik Ditu unggul 33 suara atas pasangan LM Baharuddin-La Pili.
Putusan keempat, MK menolak permohonan pemohon untuk selain dan selebihnya. Putusan kelima adalah memerintahkan termohon dalam hal ini KPU untuk melaksanakan putusan ini.
Keputusan ini dihasilkan dalam Rapat Permusyawaratan Hakim oleh sembilan Hakim Konstitusi, yaitu  Arief Hidayat selaku Ketua merangkap Anggota, Anwar Usman, Patrialis Akbar, Wahiduddin Adams, Suhartoyo, Maria Farida Indrati, Aswanto,  I Dewa Gede Palguna, dan Manahan M. P Sitompul.
Dengan adanya putusan MK tersebut, Komisi Pemilihan Umum Sulawesi Tenggara menyatakan akan mempersiapkan pleno penetapan Bupati dan Wakil Bupati Muna periode 2015-2021.
Ketua KPU Sultra Hidayatullah mengatakan, sejak awal pihaknya telah siap melaksanakan segala putusan MK. “KPU akan segera melaksanakan pleno penetapan calon terpilih,” ungkap Hidayatullah yang dihubungi melalui telepon selulernya, Rabu (27/7).
Sementara itu, anggota KPU Sultra La Ode Abdul Natsir Moethalib memperkirakan, pleno penetapan hasil Pilkada Muna akan dilaksanakan pada awal pekan depan, Senin atau Selasa. “Insya Allah Senin minggu depan. Rencana, hari Jumat akan ketemu (rapat penentuan jadwal) dulu dengan KPU Provinsi Sultra,” ungkap Natsir.
Menurut dia, pleno penetapan ini akan dipersiapkan dalam satu minggu. Setelah pleno, KPU akan menyerahkan seluruh dokumen terkait calon kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Muna untuk diparipurnakan.
“Setelah kita serahkan ke DPRD, maka tugas KPU sudah selesai,” katanya.
Setelah diparipurnakan, DPRD akan mengusulkan pengambilan sumpah jabatan bupati dan wakil bupati terpilih ke Menteri Dalam Negeri (Mendagri) melalui Gubernur Sultra. “Sekarang, segala prosesnya sudah tuntas di MK. Tinggal tunggu pelantikan saja,” tutur Natsir.

Pawai Pendukung di Raha

Sementara di Kabupaten Muna, putusan MK yang memenangkan Rumah Kita disambut suka cita oleh ribuan pendukungnya, yang langsung turun ke jalan melakukan konvoi kemenangan. Jurnalis Berita Kota Kendari di Raha melaporkan konvoi tersebut melibatkan ratusan kendaraan roda empat maupun roda dua hingga memacetkan arus lalu-lintas.
Mereka bersahut-sahutan meneriakkan ‘Hidup Rumah Kita’ sambil mengangkat telunjuk, yang menggambarkan angka 1, nomor urut Rumah Kita. Beberapa orang juga meneriakkan kalimat sindiran, seperti ‘Hamaidamo, kalalala kapea’ (Di mana mereka).
Kuasa hukum kubu Rumah Kita, Dr Laode Muhammad Bariun menyatakan, keputusan MK harus diterima oleh semua pihak. “Hilangkan semua perbedaan politik masa lalu. Sudah saatnya kita membangun Kabupaten Muna ke depan, agar lebih baik,”
Sementara Bupati Muna terpilih, LM Rusman Emba, ST yang dimintai tanggapannya terus mengucapkan Hamdalah, sebelum berkomentar. “Alhamdulillahi rabbil ‘alamin… Semua ini berkah dari Allah SWT. Apa yang diputuskan MK adalah sesuai fakta fakta yang terjadi dalam pesta demokrasi di Kabupaten Muna,” katanya.
Dia melanjutkan, kemenangan kubunya merupakan kemenangan seluruh masyarakat Muna. Untuk itu, dia menyerukan seluruh masyarakat agar menghentikan segala pertikaian karena perbedaan pandangan politik.
“Sudah saatnya kita harus bahu-membahu menbangun Kabupaten Muna agar maju seperti daerah daerah lain di Sultra dan Indonesia umumnya. Insya Allah, kami akan membanguan Kabupaten Muna sesuai dengan visi-misi kami. Terimakasih pada seluruh masyarakat Kabupaten Muna, yang selalu memberi dukungan pada kami,” tandasnya.
Sementara kubu lawannya, Dokter Pilihanku, hingga berita ini diturunkan pukul 20.30 tidak memberikan tanggapan. Rata-rata pendukung Dokter Pilihanku tidak aktif ponselnya saat dihubungi. (pas-cr1/a/aha)

To Top