Ismail, jurusan Pendidikan Harianto Aris, mahasiswa Pendidikan Fisika – Berita Kota Kendari
Headline

Ismail, jurusan Pendidikan Harianto Aris, mahasiswa Pendidikan Fisika

LA ODE ONO/BKK AKBP Sigid Haryadi SIK

LA ODE ONO/BKK AKBP Sigid Haryadi SIK

KENDARI, BKK — Kepolisian Resor Kendari meminta para pelaku pengeroyokan dan pembunuhan terhadap Muhammad Al Munajar (MA), mahasiswa jurusan Fisika, Universitas Halu Oleo, segera menyerahkan diri. Identitas mereka sudah diketahui polisi.
“Sebelum ditangkap sama anggota, sebaiknya menyerahkan diri. Karena kita sudah tahu semuanya (identitas, alamat dan sebagainya),” tegas Kapolres Kendari, AKBP Sigid Haryadi, Rabu (27/7).
Untuk kasus yang juga mengakibatkan dua mahasiswa lainnya masuk RS itu, Polres Kendari sudah merampungkan pemeriksaan saksi. Jumlah saksi yang diperiksa sejauh ini sudah delapan orang.
“Lima saksi pertama, sudah itu tambah tiga orang lagi,” kata Kapolres.
Dari keterangan para saksi dan hasil kerja intelejen polisi di lapangan, para penyidik sudah dapat mengungkapkan rangkaian peristiwanya satu per satu. Mulai dari awal, penghadangan, pengeroyokan serta nama-nama pelakunya.
Saat ini, Polres Kendari sudah membentuk tim taktis untuk memburu para pelaku. Hanya saja, Kapolres belum mau membeberkan nama-nama pelaku demi kepentingan penyelidikan.
“Pokoknya nama dan ciri-ciri pelaku sudah ada sama kita. Tapi berapa dan namanya, jangan dulu sekarang. Intinya anggota kita sementara kejar mereka. Semoga cepat tertangkap. Itu saja dulu ya,” katanya.

Al Munajar Mahasiswa Berprestasi

Aksi pengeroyokan yang menyebabkan satu mahasiswa terbunuh dan dua lainnya luka-luka memicu kekhawatiran dari Universitas Halu Oleo. Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan (WR III) UHO, Dr La Ngkoimani mendesak kepolisian agar segera menangkap para pelaku.
WR III juga meminta kepada seluruh mahasiswa untuk sementara ini berhati-hati jika beraktivitas pada malam hari. “Saya menghimbau kepada seluruh mahasiswa, kalau tidak hal yang mendesak, tidak usah dulu keluar kalau sudah di atas jam 10 malam, ” katanya mengimbau saat ditemui di Auditorium Mokodompit UHO, Rabu (27/7).
Tentang isu yang beredar bahwa pelaku merupakan juga mahasiswa UHO, La Ngkomaini enggan menanggapinya. Dia menyerahkan semuanya kepada kepolisian untuk dituntaskan.
“Yang kita harapkan sekarang adalah para pelaku cepat tertangkap,” tegasnya.
Kalau pun nanti hasil penyelidikan polisi mengungkapkan bahwa pelakunya ada mahasiswa UHO, pihak kampus jelas akan mengeluarkan sanksi akademik. “Sanksi akademiknya akan disidangkan oleh senat, mulai dari fakultas sampai universtas, dan dilimpahkan ke Rektor untuk memutuskan sanksi tersebut,” jelas dia.
Selain itu, diketahui bahwa ternyata almarhum Al Munajar adalah mahasiswa berprestasi. Buktinya, mahasiswa jurusan Fisika tersebut masuk ke UHO melalui bidik misi. Hal ini pun diakui La Ngkomaini.
“Iya, yang meninggal ini adalah mahasiswa bidik misi. Pihak pengelola bidik misi sudah diarahkan untuk memberikan informasi ke pihak UHO,” terangnya.
Karena itu, pihak kampus akan memberikan santunan yang memang diberlakukan bagi mahasiswa bidik misi yang meninggal di saat menempuh pendidikan.
Sementara itu, pantauan jurnalis Berita Kota Kendari (BKK) di RSUD Kendari, kondisi Ismail (ML) masih kritis. Sampai saat ini, mahasiswa jurusan Pendidikan Koperasi itu belum sadarkan diri. Dalam peristiwa itu, Ismail mendapatkan tikaman di bagian dada kirinya.
Adapun kondisi Harianto Aris (HA), mahasiswa jurusan Pendidikan Fisika sudah berangsur-angsur membaik. Harianto yang akrab disapa Anto itu tidak mengalami luka serius. Namun dia belum bisa memberikan komentar.
Keduanya dirawat di Ruangan Asoka, RSUD Kendari.
Sebelumnya diberitakan, tiga mahasiswa UHO, yakni Muhammad Al Munajar, Harianto Aris dan Ismail dihadang oleh sekelompok pemuda di depan Kampus STIKES Mandala Waluya, pada Selasa (26/7) dinihari. Penghadangan yang berbuntut perkelahian itu menyebabkan Al Munajar tewas di tempat dengan luka tusuk di dada kiri tembus jantung. Sementara Harianto dan Ismail luka-luka. (p4-p7/b/aha)

Click to comment
To Top