Aktualita

Bulog Bangun Rumah Pangan Kita

KENDARI, BKK– Badan Urusan Logistik (Bulog) Sulawesi Tenggara (Sultra) berencana membangun depot barang murah yang dinamai Rumah Pangan Kita. Rencana tersebut merupakan bagian dari tujuan utama Bulog yang berperan sebagai stabilisasi harga pangan di pasaran.
Kepala Bulog Sultra, La Ode Ami Jaya Kamaluddin mengatakan, Rumah Pangan Kita akan menampung berbagai komoditi bahan pokok. Tentunya, harganya nanti lebih terjangkau atau lebih murah dari harga di pasaran.
“Ini bisa juga dikatakan sebagai pasar murah yang berkelanjutan,” kata Ami Jaya Kamaluddin, saat ditemui di Kendari, Rabu (27/7).
Selain itu, Rumah Pangan Kita juga disiapkan untuk menampung produk yang dihasilkan oleh masyarakat, terutama yang bergerak di bidang usaha kecil dan mikro. Dia berharap, harga produk yang dihasilkan pengusaha ini juga bisa terjangkau harganya.
Selain di Kota Kendari, Bulog juga punya rencana mengembangkan Rumah Pangan Kita ke seluruh daerah. “Jadi semacam jaringan. Kita bisa kerja sama dengan toko-toko maupun kios-kios kecil. Produknya bisa dimasukkan di situ,” katanya.
Kalau seumpama ada kebijakan mengenai pasar murah, jaringan Rumah Pangan Kita ini pun akan melakukannya serentak. Atau secara sendiri-sendiri jika harga di daerahnya tiba-tiba melambung.
Dikatakan, Rumah Pangan Kita yang pertama di Kendari akan dikerjakan kurang lebih dua sampai tiga bulan. Jika sudah selesai, akan dibangun lagi di daerah lainnya.
Ami Jaya Kamaluddin juga mengungkapkan anggaran untuk membangun Rumah Pangan Kita bersumber dari dana operasional Bulog Sultra. “Bukan dari APBN atau APBD. Itu murni dari biaya operasional komersil internal Bulog Sultra,” akunya.
Adapun bentuk bangunan Rumah Pangan Kita adalah semi permanen, tidak seperti minimarket pada umumnya. Tetapi sebagian dinding depannya dibuat dari kaca sehingga masyarakat bisa melihat produk yang dipamerkan dari luar.
“Ukurannya pun tidak terlalu besar, hanya 9 kali 6. Yang penting bisa menampung produk yang dipamerkan. Kan stoknya ada di gudang Bulog,” tambahnya. (m3/b/aha)

To Top