Akhirnya Jaksa Berani Eksekusi Tiga Terpidana Perkara Korupsi LPMP – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Akhirnya Jaksa Berani Eksekusi Tiga Terpidana Perkara Korupsi LPMP

KENDARI, BKK – Akhirnya, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kendari berani mengeksekusi tiga terpidana perkara korupsi dana pelatihan peningkatan mutu kurikulum pada Lembaga Penjamin Mutu Pendidikan (LPMP) Sulawesi Tenggara (Sultra) 2013.

Ketiganya adalah pejabat pembuat komitmen (PPK) La Ngkolu (51), ketua panitia lelang Aliha (43), dan kepala subbagian (kasubbag) umum Paramita (49). Mereka digelandang ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas IIA Kendari, Rabu (27/7) sekira pukul 11.30 Wita.

Pantauan jurnalis koran ini, ketiganya datang ke Kejari Kendari secara bersama-sama sekira pukul 10.00 Wita yang didampingi penasihat hukumnya, Arifai SH MH. Mereka langsung masuk ke ruang penyidik pidana khusus (pidsus) menandatangani sejumlah berita acara eksekusi.

Setelah itu ketiganya digiring ke ruang poliklinik untuk dilakukan pemeriksaan kesehatan dokter Kejari Kendari dr Al Gazali. Sekitar pukul 11.30 Wita ketiga terpidana langsung dibawa ke Lapas Klas IIA Kendari.

Namun, ketiganya dimuat menggunakan mobil tahanan jaksa, tetapi diangkut menggunakan mobil Toyota Avanza berwarna hitam bernomor polisi (nopol) DT 805 KN yang didampingi langsung Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasipidsus) Kejari Kendari Tajuddin SH. Saat digiring ke mobil, jaksa tidak keluar melewati pintu samping kejari.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Kendari Andi Rumpang SH MH melalui, kepala seksi intelijen (kasintel) Indra Efendi, membenarkan penahanan ketiganya.

“Iya, hari ini kami langsung melakukan eksekusi terhadap ketiganya. Setelah mereka menandatangani berita acara eksekusi dan langsung dilakukan pemeriksaan kesehatan yang kemudian langsung dibawa ke Lapas Kendari untuk ditahan,” ujar Indra saat ditemui di kantorna, kemarin.

Menanggapi kendaraan yang digunakan mengangkut tiga terpidana, Indra mengatakan, mobil Avanza itu merupakan kendaraan operasional pidusus.

“Itu bukan mobil pribadi, melainkan mobil operasional bagian Pidsus Kejari Kendari,” tangkisnya.

Indra menyebut, salah satu dari tiga terpidana telah membayar uang denda senilai Rp 50 juta seperti yang dibebankan majelis hakim Pengadilan Tipikor Kendari.

“Iya ada (yang sudah membayar), tapi saya tidak tahu pasti terpidana siapa yang melakukan pembayaran uang denda itu. Coba kroscek ke Tajuddin (kasipidsus),” tandasnya.

Terpisah, penasihat hukum ketiga terpidana, Arifai SH MH mengakui, bahwa ketiga kliennya sudah dieksekusi jaksa.

“Iya betul hari ini ketiganya langsung dieksekusi dan ditahan di Lapas Kendari,” akunya.

Dari ketiga kliennya itu, ungkap Arifai, baru Paramita yang membayar denda Rp 50 juta kepada penyidik Kejari Kendari.

“Baru Paramita yang membayar denda, dua lainnya juga berjanji akan melakukan pembayaran denda,” tuntasnya. (p5/b/kas)

To Top