Waspadalah Sopir Angkot, Anggota DPRD akan Nyamar Jadi Penumpang – Berita Kota Kendari
Headline

Waspadalah Sopir Angkot, Anggota DPRD akan Nyamar Jadi Penumpang

KENDARI, BKK– Maraknya keluhan masyarakat mengenai tarif angkutan kota yang lebih mahal dari tarif resmi, membuat DPRD Kendari ikut gelisah. Sampai-sampai, beberapa anggota dewan mau mengecek sendiri kebenaran keluhan tersebut.

Wakil Ketua Komisi III La Ode Azhar membenarkan dia sudah sering menerima komplain dari masyarakat mengenai tarif angkot yang tidak ikut tarif resmi yang sudah disepakati bersama. “Pelanggaran tarif ini sudah tidak bisa lagi dibiarkan berlarut-larut. Kalau perlu, anggota dewan akan turun langsung ke lapangan dan mengecek,” jelasnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (25/7).
Azhar pun mengakui pengecekan yang akan dilakukan tidak lagi dengan hanya sekadar meminta keterangan dari pihak terkait. Karena biasanya untuk kasus-kasus seperti itu, laporan yang diberikan tidak berdasarkan fakta.
“Kalau perlu kita turun langsung, ikut jadi penumpang. Saya sendiri juga siap. Saya ingin buktikan bahwa memang seperti itulah yang terjadi di bagian transportasi umum kita,” katanya dengan nada meyakinkan.

Politikus Partai Golkar ini menguraikan, dengan turun sendiri ke lapangan, anggota DPRD akan menyaksikan langsung fakta yang terjadi. Untuk urusan tarif angkot ini, memang diperlukan langkah seperti itu.
“Kita tidak bisa menindak lanjuti laporan tanpa ada bukti yang jelas. Nah ini salah satunya untuk membuktikan,” katanya.
Kalau memang terbukti, Azhar tidak akan segan-segan menjatuhkan sanksi. Paling berat adalah pencabutan izin trayek.
Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kendari mengapresiasi rencana anggota dewan yang ingin langsung terjun ke lapangan mengecek tarif angkot. Kepala Bidang (kabid) Angkutan Darat Dishub Kota Kendari, Agus Sutarto mengakui selama ini memang sering ada keluhan dari warga soal tarif angkot, namun sifatnya hanya keluhan. Laporan nyaris tidak ada karena sulit dibuktikan.
“Kalau dewan mau turun sendiri, saya rasa itu luar biasa,” katanya.
Sementara Ketua Pemantau Kebijakan Publik (PKP) Sulawesi Tenggara (Sultra), Ucok mengatakan, aksi anggota dewan yang terjun langsung di lapangan, sebenarnya sudah sangat dinantikan oleh masyarakat. Sebab selama ini, banyak aduan dari masyarakat namun tak tertindaklanjuti dengan baik karena simpang siurnya informasi di lapangan.
Apalagi selama ini, anggota DPRD hanya terkesan lebih banyak menerima laporan di gedung dewan. Sementara untuk mengecek langsung untuk kasus seperti ketidakwajaran tarif angkot itu, sangat jarang didengar.
“Kalau mau turun, kayak menyamar jadi penumpang, itu tentu bagus sekali. Kan jarang-jarang ada anggota dewan yang rela naik angkot hanya untuk tahu soal tarif ini,” katanya.
Hanya saja, Ucok meminta agar janji tersebut bisa dipenuhi oleh DPRD Kendari. Apalagi janji itu sudah dinyatakan di media dan diketahui oleh masyarakat luas.
“Kita tunggu hasilnya,” katanya. (m2/b/aha)

To Top