Palsukan Akta Jual Beli untuk Dapatkan Tanah di Mandonga – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Palsukan Akta Jual Beli untuk Dapatkan Tanah di Mandonga

Ilustrasi

KENDARI, BKK – Demi mendapatkan sebidang tanah, Anitje Lumampa warga Kelurahan Mandonga Kecamatan Mandonga Kota Kendari diduga nekat memalsukan akta jual beli tanah seluar 15×20 meter persegi (m2) tersebut.

Menyusul hal itu, Anitje harus bolak-balik ke Kepolisian Resor (Polres) Kendari untuk memenuhi panggilan penyidik, karena dilaporkan Kartini Suripaty. Padahal, tanah tersebut nyata-nyata sudah berdiri rumah milik Kartini selaku pemilik tanah sah.

“Saya kaget, kok tiba-tiba tanah saya mau diambil sama ini Anitje Lumampa. Katanya tanah milik saya adalah tanahnya, dasarnya bukti akta jual beli sama orang lain. Makanya saya bingung siapa yang jual dan apa dasar penjualannya,” kata Kartini didampingi penasihat hukumnya, Nasrudin SH.

Tidak sampai disitu, penolakan Kartini ternyata dilawan Anitje. Kartini digugat hingga di Pengadilan Negeri (PN) Kendari.

Wanita paruh baya ini bersama penasihat hukumnya, Nasrudin telah mendatangi Kantor Camat Mandonga utuk mencari arsip yang saha.

“Disitu baru kita tahu bahwa akta jual beli tanah milik Anitje ini palsu. Itu ditahu dari nomor akta jual beli tanah dan luasan tanah dalam akta itu. Milik Anitje Lumampa bukan 15×20 m2 melainkan 15×70 m2, makanya saya kaget kok tanah saya ini tiba-tiba luas,” bebernya sambil memperlihatkan akta jual beli tanah bernomor 593/35/V/1987.

Sementara itu, Nasrudin menerangkan, akibat tindakan Anitje Lumampa pihaknya dalam persidangan nantinya akan memperlihatkan bukti yang benar terkait tanah itu.

Diungkapkan, sebelumnya hakim PN Kendari kebingungan atas perkara ini. Pasalnya, ukuran yang masuk dalam berkas gugatan tidak sesuai dengan fakta sebenarnya.

“Memang tanah itu hanya ukuran 15×20 mentok di situ saja. Tidak ada lagi, karena sudah ada rumah-rumah warga yang membatasi tanah itu. Inikan aneh, katanya bilang punya tanah 15×70 tapi faktanya tanah itu ukuran sebenarnya 15×20 m2 sudah kelihatan bohongnya,” ungkap Nasrudin.

Sementara itu, Kepala Urusan Pembinaan Operasional (Kaurbin Ops) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Kendari Inspektur Polisi Satu )Iptu) Abdul Haris, membenarkan bahwa pihaknya sedang memproses laporan Kartini atas tuduhan pemalsuan dokumen

“Masih kita periksa pelapor dan terlapornya. Kami juga sudah mengantongi bukti-buktinya dan akan melakukan peninjauan lapangan, untuk bukti falidnya terkait benar atau tidaknya tanah itu. Belum ada tersangka, kita harus periksa semua saksi dulu,” jelasnya. (kas)

Click to comment
To Top