Gara-gara Diajak Lulo, Langkalesa Tega Bacok La Fai – Berita Kota Kendari
Kasuistika

Gara-gara Diajak Lulo, Langkalesa Tega Bacok La Fai

Tersangk Langkalalesa (berdiri membelakang) berikut barang bukti parang yang diperlihatkan penyidik Polsek Poasia, Bripka La Ode Muhammad Farid. (Foto: ONO/BKK)

KENDARI, BKK – Hanya gara-gara diajak pergi ke acara lulo, Langkalesa (46) tega membacok La Fai (54) pada bagian leher. Ironisnya, korban dan pelaku bertetangga.

Insiden tersebut terjadi di Jalan Mata Air Kelurahan Anggoeya Kecamatan Posia Kota Kendari, Rabu (20/7) sekira pukul 22.00 Wita.

Kepala Kepolisan Sektor (Kapolsek) Poasia Komisaris Polisi (Kompol) Dulyamin Daming SE, melalui Kepala Unit (Panit) II Reserse Kriminal (Reskrim) Brigadir Polisi Kepala (Bripka) La Ode Muhammad Farid SH, Senin (25/7) mengurai, kejadian bermula dari korban hendak pergi ke acara lulo. Setelah keluar dari rumah, korban bertemu dengan pelaku yang kala itu sedang berdiri di depan rumahnya.

Korban langsung mengajak pelaku untuk pergi ke acara lulo. Karena ajakan itu ditolak pelaku, sehingga korban pergi seorang diri pada acara lulo yang tidak jauh dari rumahnya itu.

Sedang asyik menonton orang lulo, tiba-tiba pelaku mendekati korban dan tanpa banyak kata langsung melayangkan sebilah parang tajam menyasar leher belakang. Akibatnya, korban dilarikan di rumah sakit terdekat untuk mendapatkan pertolongan medis.

“Setelah diparingi, korban langsung lari ke tempat orang yang sedang lulo, untuk meminta pertolongan. Korban langsung dibawa ke rumah sakit oleh warga sekitar,” terang Farid.

Sementara, pelaku menjadi korban amuk massa. Untungnya, sebut Farid, pihaknya cepat tiba di lokasi dan mengamankan pelaku.

“Untungnya anggota Polsek Poasia cepat datang, kalau tidak, kita tidak tau pelaku akan seperti apa,” tuturnya.

Farid mengaku, pelaku yang menjadi korban amuk massa kemudian dilarikan di Rumah Sakit Bhayangkara Kendari untuk dilakukan pengobatan sejumlah luka yang dideritnya.

Dibeberkan, Langkalesa merupakan residivis. Dimana, ia sudah pernah masuk penjara sebanyak dua kali, yakni pertama di Raha kemudian di Kendari.

“Pelaku sudah pernah masuk sel di Raha dan di Kendari, dengan kasus yang sama. Ditambah dengan kasus ini jadi sudah tiga kali melakukan hal yang sama, dan dia ini residivis,” kata Farid.

Kini pelaku dan barang bukti satu buah parang sudah diamankan di Mako Polsek Poasia. Dan, jelas Farid, pelaku dijerat Pasal 351 ayat (1) dan ayat (2) Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman lima tahun penjara. (p4/c/kas)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top