Bupati Konawe Sambut Piala Adipura – Berita Kota Kendari
Lingkar Sultra

Bupati Konawe Sambut Piala Adipura

Kery Saiful Konggoasa menerima Piala Adipura dari Parinringi. (Foto:IRMAN/BKK)

UNAAHA, BKK – Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa menyambut langsung kedatangan wakilnya, Parinringi yang membawa Piala Adipura, Senin (25/7). Konawe meraih Piala Adipura dalam kategori kota terbersih dan layak huni yang diterima dari Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, di Siak Riau beberapa hari lalu.

Piala Adipura tersebut diarak mulai dari Badara Bandara Halu Oleo Kendari berakhir ke Kantor Bupati Konawe. Di sana, rombongan wakil bupati (wabup) Parinring langsung disambut Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa dan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konawe Gusli Topan Sabara, serta ratusan masyarakat.

Wabup Konawe Parinringi mengaku, mengapresiasi kinerja para petugas kebersihan. Karena atas peran mereka, Kabupaten Konawe bisa mendapat penghargaan tersebut setelah menunggu 24 tahun.

Penghargaan itu merupakan yang kedua kali buat Konawe. Sebelumnya, pada masa kepemimpinan Rasak Porosi, Konawe pernah meraihnya untuk yang pertama kali.

Parinringai menyebut, Kabupaten Konawe merupakan salah satu dari 57 kabupaten/kota yang mendapat penghargaan Adipura Buana tahun ini.

“Ini merupakan prestasi pemerintah dan masyarakat. Sehingga tugas pemerintah dan masyarakat setelah ini bagaimana menjaga dan mempertahankan, bahkan meningkatkan ke jenjang yang lebih tinggi yakni kirana dan paripurna,” imbuhnya.

Dikatakan, Piala Adipura bukanlah tujuan utama, namun yang terpenting bagaimana menjalankan program pemerintah yang telah tertuang dalam visi-misi pemerintah daerah (pemda), yakni Konawe yang indah, asri, bersih, dan beriman. Dan jika hal ini terus dijaga dan diupayakan maka Piala Adipura secara otomatis akan datang dengan sendirinya.

“Yang terpenting itu bagaimana lingkungan masyarakat bisa sehat dan ini telah terbukti,” tuturnya.

Masih kata Parinringi, progres kedepan kembali memaksimalkan program prioritas utamanya di titik pantau penilaian di wilayah kota hingga ke desa, dan yang paling utama tempat pembuangan akhir (TPA) sampah. Karena, dari hasil penilaian tim, TPA Kabupaten Konawe sudah refresentatif atau memenuhi standar.

Namun yang perlu dibenahi yakni infrastruktur jalan. Kemudian mulai memanfaatkan TPA menjadi sumber energi listrik dan bio gas, seperti halnya di TPA Kota Kendari.

“Tahun ini kita akan mulai aspal jalan dan membangun drainase sepanjang jalan menuju TPA. Dan mulai menyiapkan sistem teknologi yang dapat menghasilkan energi dari olahan sampah organik di TPA kita,” paparnya.

Ditambahkan, untuk menjaga prestasi ini perlu dukungan masyarakat Konawe secara menyeluruh dan sosialisasi penting untuk mengubah pola pikir masyarakat saling menjaga sanitasi linkungan. Sehingga, Parinringi meminta semua desa mensosialisasikannya.

Di tingkat desa/kelurahan, kata dia, pemerintah akan menambah bak sampah. Hal ini untuk meminimalisir kebiasaan masyarakat membuag sampah di sungai sekitar tempat tinggalnya.

Lebih lanjut Parinringi mengaku, akan memberikan reward atau penghargaan kepada petugas kebersihan. Khususnya peningkatan kesejahteraan, tetapi pihaknya tetap akan mempertimbangkan sesui kemampuan keuangan daerah.

“Saat ini jumlah tenaga kebersihan berjumlah 200 orang, dengan insentif bulanan bervariasi, yakni Rp 900 ribu sampai Rp 1 juta dengan waktu kerja hanya dua jam dalam sehari,” tuntasnya. (cr4/c/kas)

Click to comment
To Top